RAMADANAN | Dampak Korupsi Bagi Kehidupan
Ketahuilah, semua sepakat, baik di Negara muslim maupun Negara non-muslim bahwa korupsi adalah penyakit dan perilaku yang harus diberantas. Semua agama pun membenci dan melarang tindakan korupsi. Korupsi adalah bentuk pengkhianatan dari sesama warga Negara. Korupsi adalah pelanggaran terhadap hal-hal yang dilarang agama.
Korupsi sama dengan mencuri, merampok, menipu, dan berbuat kedzaliman pada sesama. Ia merugikan Negara, merugikan masyarakat, bahkan menghancurkan sebuah keluarga. Bagi pelakunya sungguh ia tidak hanya akan mendapat azab di dunia, tapi juga di akhirat.
Korupsi dalam Sejarah Islam
Siapapun tidak akan membantah korupsi merugikan Negara. Dalam sejarah Islam, siapa yang tidak mengagumi, siapa yang tidak takjub terhadap kemajuan peradaban pada masa Abbasiyah, yang dinastinya berkuasa dari tahun 750 M hingga 1517 M, tidak kurang 7 abad. Ilmu pengetahuan, kelimuan Islam, teknologi, budaya, sistem pemerintahan, dan ciri peradaban lain berkembang pesat melampaui peradaban-peradaban yang pernah ada.
Namun, dalam kurun waktu itu, hanya pada periode awal saja semua prestasi yang gilang-gemilang tercipta, sisanya Negara kacau balau bahkan runtuh. Salah satu sebabnya adalah korupsi yang melanda pemerintahan. Di antaranya adalah pada pemerintahan Al-Muqtadir pada awal abad 9, keuangan Negara berantakan, karena dikelola oleh orang-orang yang hanya mementingkan kesenangan pribadi.
Pembayaran tentara terlambat hingga akhirnya Negara pun bangkrut. Itulah sejarah korupsi yang benar-benar meruntuhkan kedigdayaan sebuah Negara yang jaya sepanjang sejarah Islam. Negara yang begitu adidaya pada zamannya perlahan runtuh karena perilaku korup para pejabatnya.
Saat ini kita bisa melihat bersama, di Negara-negara yang memiliki tingkat korupsi tinggi, maka kemajuan negaranya terhambat, kesejahteraan rakyatnya terlunta-lunta, dan kelancaran pemerintahannya tak berjalan maksimal. Gonjang-ganjing terus terjadi, karena banyak tikus-tikus yang menggerogoti tiada henti.
Korupsi juga menghancurkan kehidupan masyarakat. Sebab masyarakat atau rakyat selalu mengikuti perilaku pemerintahnya, rajanya. Ketika rajanya, presidennya melakukan tindakan-tindakan mulia, rakyat mencontoh dan menirunya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!