RAMADANAN | Dampak Korupsi Bagi Kehidupan
Nabi Muhammad SAW sebagai penguasa dan hakim di Madinah, menjadi rujukan para sahabat dalam perilaku kesehariannya. Bukan hanya karena beliau seorang Nabi dan Rasul, tetapi karena ia pemimpin yang tindak-tanduknya digugu dan ditiru.
Demikian pula para Khulafa’ur Rasyidin, mereka orang-orang mulia, yang berdedikasi terhadap tanggung jawabnya, yang sangat berhati-hati dalam menggunakan harta, baik itu harta yang diperolehnya, maupun yang diberikan oleh negara.
Dikisahkan dalam Tarikh At-Tabari, tatkala Umar ibn al- Khaththâb r.a. diangkat menjadi Khalifah, ditetapkanlah baginya tunjangan sebagaimana yang pernah diberikan kepada Khalifah sebelumnya, yaitu Abû Bakar r.a. Pada suatu saat, harga-harga barang di pasar mulai merangkak naik.
Tokoh-tokoh Muhajirin seperti ‘Utsmân, ‘Alî, Thalhah, dan Zubair berkumpul serta menyepakati sesuatu. Di antara mereka ada yang berkata, “Alangkah baiknya jika kita mengusulkan kepada ‘Umar agar tunjangan hidup untuk beliau dinaikkan.Jika ‘Umar menerima usulan ini, kami akan menaikkan tunjangan hidup beliau". Alî kemudian berkata, “Alangkah bagusnya jika usulan seperti ini diberikan pada waktu-waktu yang telah lalu". Setelah itu, mereka berangkat menuju rumah Umar.
Namun, Utsmân menyela seraya berkata, “Sebaiknya usulan kita ini jangan langsung disampaikan kepada Umar. Lebih baik kita memberi isyarat lebih dulu melalui puteri beliau, Hafshah. Sebab, saya khawatir, Umar akan murka kepada kita.”
Mereka lantas menyampaikan usulan tersebut kepada Hafshah seraya memintanya untuk bertanya kepada Umar, yakni tentang bagaimana pendapatnya jika ada seseorang yang mengajukan usulan mengenai penambahan tunjangan bagi Khalifah Umar. “Apabila beliau menyetujuinya, barulah kami akan menemuinya untuk menyampaikan usulan tersebut. Kami meminta kepadamu untuk tidak menyebutkan nama seorang pun di antara kami,” demikian kata mereka.
Ketika Hafshah menanyakan hal itu kepada Umar, beliau murka seraya berkata, “Siapa yang mengajari engkau untuk menanyakan usulan ini?”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!