RAMADANAN | Dampak Korupsi Bagi Kehidupan
Hafshah menjawab, “Saya tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum ayah memberitahukan pendapat ayah tentang usulan itu".
Umar kemudian berkata lagi, “Demi Allah, andaikata aku tahu siapa orang yang mengajukan usulan tersebut, aku pasti akan memukul wajah orang itu". Setelah itu, Umar balik bertanya kepada Hafshah, istri Nabi saw., “Demi Allah, ketika Rasulullah SAW masih hidup, bagaimanakah pakaian yang dimiliki oleh beliau di rumahnya?”. Hafshah menjawab, “Di rumahnya, beliau hanya mempunyai dua pakaian. Satu dipakai untuk menghadapi para tamu dan satu lagi untuk dipakai sehari-hari.”
Umar bertanya lagi, “Bagaimana makanan yang dimiliki oleh Rasulullah?”
Hafshah menjawab, “Beliau selalu makan dengan roti yang kasar dan minyak samin.”
Umar kembali bertanya, “Adakah Rasulullah mempunyai kasur di rumahnya?”Hafshah menjawab lagi, “Tidak, beliau hanya mempunyai selimut tebal yang dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim dingin tiba, separuhnya kami selimutkan di tubuh, separuhnya lagi digunakan sebagai alas tidur.”
Umar kemudian melanjutkan perkataannya, “Hafshah, katakanlah kepada mereka, bahwa Rasulullah saw. selalu hidup sederhana. Kelebihan hartanya selalu beliau bagikan kepada mereka yang berhak. Oleh karena itu, aku pun akan mengikuti jejak beliau.”
Inilah akhlak seorang Khalifah Umar. Tatkala sahabat-sahabatnya setuju untuk menaikkan tunjangannya saja ia telah menolak sedemikian rupa, begitu marah hingga ingin memukul wajah sang pengusul, sahabatnya sendiri. Bagaimana dengan pejabat zaman sekarang? Kita semua sudah bias menjawab sendiri.
Imbasnya rakyat Umar pun meneladani apa yang mereka lakukan. Dalam sejarah tercatat jelas, betapa kesederhanaan menjadi nilai utama pada masa Umar. Ada banyak sahabat yang konsisten dengan laku wirainya, bahkan yang kaya sekalipun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!