Putus Akibat Bencana, Jembatan Leuwidinding di Sukabumi Akan Dibangun
Warga menyeberang sungai menggunakan perahu karena jembatan Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, putus./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Jembatan Leuwidinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, akan segera dibangun dengan melibatkan sejumlah pihak. Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah setempat, TNI AL, dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Sebelumnya, jembatan yang melintang di atas Sungai Cimandiri itu putus akibat diterjang banjir pada akhir 2025. Sejak saat itu, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu, padahal jembatan tersebut sangat vital karena menghubungkan Desa Tanjungsari dengan Kecamatan Gunungguruh.
Kepala Dinas Teritorial Koarmada RI, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, mengatakan pembangunan jembatan direncanakan dimulai pada awal minggu pertama September 2026. Boy menjelaskan apabila waktu dimulainya pembangunan dapat digeser lebih awal, itu lebih baik lagi. Mengingat musim kemarau saat ini dinilai dapat mempermudah mobilisasi material ke lokasi pembangunan.
“Kami menggandeng CSR dari PT CMNP. Kami berkolaborasi juga dengan pemerintah setempat, dengan camat, lurah, dan perangkat desa lainnya, untuk bersama-sama membangun jembatan ini,” kata Boy, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan survei awal dan survei lanjutan kedua untuk menentukan titik-titik yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan. Selain itu, rapat dengan pemerintah setempat juga telah dilakukan guna memastikan tidak ada kendala terkait aset maupun lahan yang akan dipergunakan.
Menurut dia, jembatan lama yang sudah tidak layak akan dibongkar, kemudian PT CMNP akan menentukan titik pembangunan baru yang lebih aman dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar.
Jembatan yang akan dibangun nantinya tetap menggunakan konstruksi jembatan gantung, sama seperti jembatan sebelumnya, dengan rencana bentangan sepanjang 84 meter. Kendati demikian, spesifikasi tersebut masih akan dikaji kembali dengan mempertimbangkan aspek keamanan.
“Rencana di 84 meter, tapi kita lihat untuk keamanan menjadi prioritas kita bersama agar jembatan ini dapat dipergunakan dengan baik,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!