Purbaya Muncul di Survei Nasional, Berpeluang Masuk Pilgub Jabar 2029?
Purbaya Yudhi Sadewa./visi.news/bloomberg.
Menurut Pius, pekerjaan yang dilakukan seorang tokoh dan kemudian dikomunikasikan kepada publik menjadi bagian dari modal politik.
"Bukan hanya dalam konteks bagi-bagi bansos, tapi memang ada pekerjaan-pekerjaan yang dia bisa lakukan yang sebelumnya tidak bisa atau tidak dilakukan oleh pemimpin sebelumnya," ujarnya.
Pius menilai tokoh yang ingin berkompetisi di Jawa Barat perlu membangun pengenalan terhadap dirinya sejak jauh-jauh hari.
"Oleh karena itu, masyarakat itu lebih mudah menangkap sosok atau figur dengan karakter seperti itu, maka sosok atau figur katakanlah nanti yang mau berkompetisi di Jawa Barat, ya kira-kira harus seperti itu juga paling tidak. Menjadi sosok yang memang dikenali ya, kemudian memang ada pekerjaan yang riil dilakukan ya, bakti kepada warga, dan juga di bahasanya dimediakan atau diviralkan ya," katanya.
Jika dikaitkan dengan Purbaya, Pius mengatakan kemunculan nama dalam survei nasional belum otomatis menjadi modal yang cukup untuk masuk dalam pertarungan Pilgub Jabar.
"Kalau Purbaya mau masuk ya tidak bisa masuk gelondongan begitu ya, gelondongan dalam arti memang ada 1%. Tapi apa yang kemudian bisa ditangkap oleh warga masyarakat, 'Oh ini sosok yang bisa pantas untuk saya pilih di samping mungkin ada KDM ya'," tutur Pius.
Pius mengatakan Purbaya perlu meningkatkan pengenalan publik apabila memang memiliki keinginan untuk masuk ke kontestasi politik di Jawa Barat.
"Ya kembali lagi yang tadi ya, artinya sampai sejauh mana sih tingkat figur sosok dalam hal ini misalnya seperti Purbaya bisa mengangkat popularitasnya ya. Apapun ya, karena warga kita itu masih melihat dari sisi popularitasnya," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!