Psikolog: Depresi Tak Bisa Dianggap Remeh
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 2 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Masih banyak orang yang keliru memahami depresi sebagai bentuk kemalasan atau kurang semangat hidup. Padahal, menurut Psikolog Ratih Zulhaqqi, depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang serius dan membutuhkan penanganan profesional.
“Orang depresi dalam kondisi relapse bisa sangat sulit untuk membuka mata, apalagi berinteraksi atau melakukan aktivitas,” jelas Ratih.
Ia menegaskan bahwa gejala depresi tidak bisa disamakan dengan rasa sedih biasa. Beberapa tanda yang kerap muncul di antaranya adalah keinginan untuk tidur terus-menerus, menghindari interaksi sosial, dan kelelahan yang tak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
"Low energi (rendah energi) ini secara emosional, dan benar-benar rendah, yang membuat mereka tidak mampu melakukan hal sekecil apapun, bahkan mengangkat tubuh untuk duduk saja seakan sangat terasa sulit, dan memang mereka harus dibantu profesional," ujarnya.
Ratih menyebutkan, terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bisa membantu pasien mengubah pola pikir negatif dan membangun mekanisme pertahanan diri yang lebih sehat, seperti regulasi emosi dan persepsi yang lebih realistis.
Namun, ia menyayangkan masih kuatnya stigma di masyarakat terhadap masalah kesehatan mental.
"Hal lain yang akhirnya membuat orang depresi dan pengidap masalah mental lainnya urung niat meminta pertolongan ke profesional adalah stigma negatif sosial, mereka akan dianggap gila, atau kurang iman," tegasnya.
Ratih mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan empatik dalam menyikapi masalah kesehatan mental. Dukungan dan pemahaman yang baik bisa menciptakan ruang aman bagi para penderita untuk pulih tanpa rasa takut akan stigma. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!