PSG Ukir Sejarah Baru di Liga Champions Eropa
Paris Saint-Germain (PSG)./visi.news/reuters.
VISI.NEWS | BANDUNG - Paris Saint Germain kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions 2026. Kesuksesan tersebut diraih usai mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4 3 setelah kedua tim bermain imbang 1 1 selama 120 menit pada partai final di Puskas Arena, Budapest.
Keberhasilan ini tidak hanya menghadirkan trofi kedua secara beruntun bagi klub asal Prancis tersebut, tetapi juga menempatkan PSG dalam kelompok elite klub Eropa yang mampu mempertahankan gelar juara kompetisi paling bergengsi antarklub di benua biru.
Dalam konteks sejarah Liga Champions era modern yang dimulai pada musim 1992/1993, PSG menjadi klub kedua yang berhasil mempertahankan gelar setelah Real Madrid melakukannya melalui tiga gelar beruntun pada periode 2016 hingga 2018. Jika dihitung sejak era Piala Eropa, PSG tercatat sebagai klub ke 10 yang mampu meraih gelar secara beruntun dalam 71 tahun sejarah kompetisi tersebut.
Salah satu faktor yang menonjol dalam keberhasilan PSG adalah stabilitas skuad. Sebanyak 10 pemain lapangan yang tampil sebagai starter saat menghadapi Arsenal juga menjadi bagian dari susunan pemain utama ketika mengalahkan Inter Milan 5 0 pada final musim sebelumnya. Konsistensi komposisi tim menunjukkan keberhasilan klub menjaga fondasi permainan yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Perubahan hanya terjadi di posisi penjaga gawang. Matvey Safonov dipercaya mengawal gawang PSG menggantikan Gianluigi Donnarumma yang hengkang ke Manchester City pada bursa transfer musim panas lalu. Meski demikian, perubahan tersebut tidak mengurangi soliditas tim dalam menghadapi tekanan di level tertinggi.
Di bawah arahan Luis Enrique, PSG menikmati periode paling sukses dalam sejarah klub. Sejak awal musim lalu, Les Parisiens berhasil mengoleksi delapan dari 10 trofi yang tersedia di berbagai ajang kompetisi. Hanya Piala Dunia Antarklub dan Coupe de France yang gagal mereka raih dalam rentang tersebut.
Keberhasilan mempertahankan gelar juga memperkuat transformasi PSG dari klub yang selama bertahun tahun dikenal sebagai penguasa kompetisi domestik menjadi kekuatan dominan di Eropa. Jika mampu kembali menjuarai Liga Champions musim depan, PSG berpeluang bergabung dengan kelompok klub yang pernah memenangkan tiga gelar Eropa secara beruntun.
Meski demikian, pencapaian tersebut masih berada di bawah bayang bayang rekor legendaris Real Madrid yang pernah meraih lima gelar Piala Eropa berturut turut pada periode 1956 hingga 1960. Namun dengan dua gelar beruntun pada 2025 dan 2026, PSG kini telah memastikan tempatnya dalam daftar eksklusif klub paling sukses dalam sejarah kompetisi antarklub Eropa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!