Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Sebut Tak Ada Saham Baru RI yang Masuk

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:54 WIB
Bagikan
Jelang Pengumuman MSCI, OJK Sebut Tak Ada Saham Baru RI yang Masuk

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi./visi.news/OJK.

VISI.NEWS | BANDUNG - Menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI, Otoritas Jasa Keuangan mengakui belum ada tambahan saham baru asal Indonesia yang masuk dalam indeks global tersebut. Bahkan, beberapa saham Indonesia berpotensi justru keluar dari daftar MSCI.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan MSCI masih mempertahankan pembekuan rebalancing terhadap saham Indonesia sambil mengevaluasi reformasi pasar modal yang tengah dilakukan regulator.

"Besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka sudah bilang meng-freeze kan. Jadi, enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar," ungkap Friderica dalam keterangannya dikutip Senin (11/5/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi arus keluar dana asing apabila bobot saham Indonesia di indeks MSCI kembali berkurang. Indeks MSCI selama ini menjadi acuan penting investor global dalam menentukan alokasi investasi di pasar negara berkembang.

Friderica menilai dampak jangka pendek memang mungkin terjadi akibat reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia. Namun, ia meyakini langkah tersebut penting untuk memperkuat fundamental dan integritas pasar dalam jangka panjang.

"Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik lah, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insya Allah long term gain," imbuhnya.

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil review rebalancing indeks global pada Selasa, 12 Mei 2026, waktu Central European Summer Time atau Rabu dini hari WIB. Perubahan hasil peninjauan akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Sebelumnya, MSCI menyatakan akan mempertahankan pembekuan rebalancing Mei 2026 dan mengeluarkan saham Indonesia yang masuk kategori high shareholding concentration atau HSC. MSCI juga masih mengkaji dampak reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi di Indonesia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.