Proyeksi Pembangunan PLTN RI, BRIN Perkirakan Butuh 4.900 Tenaga Kerja
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana Indonesia mendiversifikasi sumber energi untuk merespons perubahan iklim dan naiknya kebutuhan energi nasional. Salah satunya dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan mengembangkan reaktor nuklir nasional.
Dalam forum bisnis Indonesia-Brazil di Rio de Janeiro, Brasil pada November 2024 lalu, Prabowo mengatakan pembangunan PLTN hingga 2040 ditargetkan mencapai kapasitas 5 GW. Kapasitas ini menjadi bagian dari tambahan 100 GW pembangkit listrik baru dalam 15 tahun mendatang.
Di samping itu, ada pula target 75 GW pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seperti angin, panas bumi, tenaga surya, dan air.
Terkait rencana Pemerintah RI 2025-2029 tersebut, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORTN) BRIN Dr Syaiful Bakhri mengatakan pihaknya akan mendukung penyiapan PLTN pertama RI guna mencapai swasembada energi.
"Mewujudkan PLN indonesia yang pertama harapannya nanti mungkin di tahun 2032, pemerintah mencanangkan seperti itu, akan ada PLTN pertama, mungkin 250-300 MW. Kriterianya small modular reactor (SMR) yang akan dibangun di Indonesia," ucapnya pada Bincang Ekosistem Riset Inovasi Ketenaganukliran Nasional di Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Proyeksi Tenaga Kerja PLTN dan Proyek Nuklir RI
Syaiful berharap makin banyak generasi muda berminat menekuni pendidikan tinggi vokasi maupun pendidikan tinggi akademik bidang tenaga nuklir dan yang terkait.
"Tidak hanya fokus pada risetnya saja, tetapi di sisi lain kita juga mempersiapkan workforce," ucapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!