Proyeksi Pembangunan PLTN RI, BRIN Perkirakan Butuh 4.900 Tenaga Kerja
Merujuk Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2024, Syaiful mengatakan akan ada 7 unit PLTN pada 2040. Dengan sekitar 700 tenaga kerja RI per unit, maka total 4.900 personel dibutuhkan di 7 unit PLTN pada 2040.
Syaiful menambahkan, tenaga kerja juga akan dibutuhkan dalam proyek akselerator dan nuklir medis hingga 2029. Diproyeksikan, setidaknya 102 personil dibutuhkan untuk 17 akselerator dan 2.232 tenaga kerja pada 186 SPECT dan 186 PET pada 2029.
SPECT atau Single Photon Emission Computed Tomography merupakan teknik pencitraan yang mengukur sinar gamma dari peluruhan radiotracer untuk menghasilkan gambaran saat darah mengalir ke organ dan jaringan. Teknik SPECT bisa dapat digunakan untuk mendiagnosis kejang, stroke, infeksi, tumor di tulang belakang, dan lain-lain.
Sedangkan PET atau Positron Emission Tomography merupakan teknik pencitraan dengan radiotracer yang menghasilkan partikel positron untuk memberi gambaran metabolisme sel tubuh. Teknik PET dapat digunakan dalam mendiagnosis kanker, gangguan neurologi, dan penyakit kardiovaskular.
Gabungan PET dan SPECT juga bisa memberi gambaran lebih rinci terkait kondisi pasien kanker. PET-CT scan, nama gabungan keduanya, menggunakan sinar X dan zat radioaktif untuk menandai bagian tubuh yang lebih aktif dari biasanya.
Penyiapan Kompetensi Tenaga Kerja Tenaga Nuklir RI Mendukung penguatan kompetensi generasi muda, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan BRIN juga akan merancang agar lulusan S1 dapat mengikuti program S2-S3 berbasis penelitian di platform teknologi nuklir BRIN. Sedangkan sebagian lainnya disiapkan untuk menjalani beasiswa LPDP targeted bidang teknologi nuklir.
"Nanti bagaimana mahasiswa dari ITB, UGM, Itera, dan seterusnya, bagaimana mereka bisa terlibat di situ, mereka bisa langsung menjadi S2-S3. Sebagian kita kirim dengan targeted scholarship yang dari LPDP juga, karena salah satu fokusnya adalah teknologi nuklir," ucapnya dalam penganugerahan tokoh nuklir Siwabessy Award dan GA Siwabessy Memorial Lecture oleh BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (5/12/2024). @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!