Persib Jadikan Piala Presiden 2026 Ajang Persiapan Musim Baru 9 Jul 2026 Iran Serang Pangkalan AS di Teluk, Sirene Udara Aktif di Kuwait dan Bahrain 9 Jul 2026 Laba Naik, BBCA Tetap Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Investor Asing 9 Jul 2026 Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50 di Cikampek 9 Jul 2026 Enam Kelompok Ini Diusulkan Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 9 Jul 2026 Jabar Tawarkan Enam Proyek Strategis kepada Investor Malaysia 9 Jul 2026 Tiga Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Gorong-Gorong Cipayung 9 Jul 2026 11 Pemain Maung Bandung Bela Timnas, Begini Respons Pelatih 9 Jul 2026 Deschamps Percaya Wasit Jaga Keadilan Prancis Kontra Maroko 9 Jul 2026 38 Persen Jalan Kabupaten Sukabumi Perlu Penanganan, Kerusakan Berat Mendominasi 9 Jul 2026 Persib Jadikan Piala Presiden 2026 Ajang Persiapan Musim Baru 9 Jul 2026 Iran Serang Pangkalan AS di Teluk, Sirene Udara Aktif di Kuwait dan Bahrain 9 Jul 2026 Laba Naik, BBCA Tetap Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Investor Asing 9 Jul 2026 Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50 di Cikampek 9 Jul 2026 Enam Kelompok Ini Diusulkan Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 9 Jul 2026 Jabar Tawarkan Enam Proyek Strategis kepada Investor Malaysia 9 Jul 2026 Tiga Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Gorong-Gorong Cipayung 9 Jul 2026 11 Pemain Maung Bandung Bela Timnas, Begini Respons Pelatih 9 Jul 2026 Deschamps Percaya Wasit Jaga Keadilan Prancis Kontra Maroko 9 Jul 2026 38 Persen Jalan Kabupaten Sukabumi Perlu Penanganan, Kerusakan Berat Mendominasi 9 Jul 2026

Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Rumahnya Dijaga Ketat TNI

Desi Rossilawati
Kamis, 9 Juli 2026 | 09:41 WIB
Bagikan
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Rumahnya Dijaga Ketat TNI

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah./visi.news/Puspenkum.

VISI.NEWS - Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi perhatian publik di tengah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah ditangani aparat kepolisian.

Sorotan terhadap Febrie semakin menguat setelah rumah pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dijaga ketat aparat TNI. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai alasan pengamanan tersebut.

Di sisi lain, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi di Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Dua lokasi yang menjadi fokus penggeledahan berada di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, yakni Cafe de'Clan dan Point Money Changer. Penyidik menyatakan penggeledahan berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang berhubungan dengan perkara pengadaan batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), serta PT Krakatau Steel (Persero).

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari. Di dalamnya terdapat uang pecahan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura serta sejumlah dokumen yang kini diamankan sebagai barang bukti.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik masih melakukan pendataan dan penghitungan terhadap uang asing yang ditemukan tersebut.

Selain di Cipete, penggeledahan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, termasuk kawasan Sudirman, Kuningan, rumah pribadi, hingga kantor yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan penggeledahan dilakukan berdasarkan dua laporan polisi mengenai dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan suap.

Menurut Victor, perkara tersebut berkaitan dengan penanganan hukum PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya selama periode 2020 hingga 2025. Selain itu, penyidik juga mengusut dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNO yang melibatkan penyelenggara negara.

Profil Febrie Adriansyah

Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968. Meski lahir di ibu kota, ia menghabiskan masa kecil hingga pendidikan tinggi di Provinsi Jambi.

Ia menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di Jambi sebelum melanjutkan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Jambi. Selanjutnya, ia meraih gelar magister dan doktor Ilmu Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya.

Kariernya sebagai jaksa dimulai pada 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Jambi. Seiring waktu, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, Wakil Kepala Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, Kepala Kejati Nusa Tenggara Timur, hingga Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

Pada Juli 2021, Febrie menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebelum dilantik sebagai Jampidsus pada 10 Januari 2022. Jabatan tersebut masih diembannya hingga kini.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, total kekayaan Febrie Adriansyah mencapai Rp18.261.445.180.

Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp14.852.820.000 yang tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung. Sebagian aset diperoleh dari hasil sendiri dan sebagian lainnya berasal dari warisan.

Untuk kendaraan, Febrie melaporkan empat unit mobil dengan total nilai Rp2.310.500.000, yakni:

  • Honda HR-V tahun 2018.
  • Toyota Land Cruiser Prado tahun 2020.
  • Peugeot 2008 AT tahun 2018.
  • Toyota Alphard 2.5G tahun 2021.

Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp60 juta, kas dan setara kas sebesar Rp938.125.180, serta harta lainnya senilai Rp100 juta. Dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang sehingga total kekayaan bersihnya tetap Rp18.261.445.180.

Sejumlah Kasus Besar

Selama menjabat sebagai Jampidsus sejak Januari 2022, Febrie Adriansyah memimpin penanganan sejumlah perkara korupsi besar, di antaranya dugaan suap perkara Ronald Tannur, operasi tangkap tangan terhadap hakim Pengadilan Negeri Surabaya, perkara korupsi tata niaga timah PT Timah, kasus jual beli emas PT Antam, korupsi PT Asuransi Jiwasraya, korupsi proyek BTS Kominfo, serta perkara dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan dan PT SMIP.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.