Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Michael Bloomberg di Istana

ED
Rabu, 19 November 2025 | 06:18 WIB
Bagikan
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Michael Bloomberg di Istana

VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Michael Bloomberg beserta delegasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 18 November 2025. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dialog sebelumnya antara Presiden Prabowo dan Bloomberg ketika Presiden berkunjung ke New York beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu penting terkait pembangunan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) negara ini.

Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pertemuan tersebut difokuskan pada upaya untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia melalui kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sanitasi. “Salah satu fokus utama diskusi adalah peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, dan sanitasi,” ungkap Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Michael Bloomberg, yang dikenal luas karena berbagai inisiatif globalnya di bidang kesehatan publik, turut berbagi pengalaman berharga dari masa jabatannya sebagai Wali Kota New York. “Michael Bloomberg turut berbagi pengalaman terkait kebijakan kesehatan publik saat menjabat sebagai Wali Kota New York,” tambah Teddy. Pengalaman tersebut diyakini dapat memberikan wawasan berharga bagi Indonesia dalam mengembangkan kebijakan kesehatan yang lebih baik di tingkat nasional.

Selain isu SDM dan kesehatan, pertemuan juga membahas potensi kerja sama antara Bloomberg dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendukung berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “Selain isu SDM, pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama antara Bloomberg dan Danantara, khususnya pada program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelas Teddy.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga membicarakan peluang kolaborasi di sektor konservasi laut. Sektor ini dianggap sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia, mengingat kondisi laut dan ekosistem pesisir Indonesia yang sangat kaya namun terancam oleh berbagai faktor. Seskab Teddy menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Pertemuan ini juga memperlihatkan komitmen Indonesia untuk terus menjalin kolaborasi global, baik di sektor ekonomi, kesehatan, maupun keberlanjutan lingkungan. Pemerintah Indonesia berharap melalui kemitraan dengan tokoh-tokoh internasional seperti Michael Bloomberg, negara ini dapat mencapai kemajuan lebih cepat dalam berbagai bidang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia akan terus membuka peluang kerja sama dengan pihak internasional, termasuk sektor investasi dan inovasi yang dapat mempercepat kemajuan sosial dan ekonomi. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat, serta mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, di Singapura, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbang untuk menghadiri Bloomberg New Economy Forum 2025 pada hari yang sama, Selasa (18/11/2025). Forum yang akan berlangsung dari 19 hingga 21 November 2025 ini akan mempertemukan sejumlah pemimpin global untuk membahas isu-isu penting tentang ekonomi dunia, dengan tema "Thriving in an Age of Extremes" (Berkembang di Era Ekstrem).

Presiden Jokowi dijadwalkan akan memberikan pidato kunci pada hari ketiga pelaksanaan forum. Dalam kesempatan ini, Jokowi akan membahas berbagai isu terkait ekonomi global, serta posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Kehadiran Jokowi di forum ini juga terkait dengan perannya sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy, yang menunjukkan pengakuan internasional terhadap pandangan ekonomi Indonesia.

Bloomberg New Economy Forum 2025 dirancang untuk mempertemukan lebih dari 500 pemimpin sektor swasta dan publik dari seluruh dunia. Forum ini menjadi platform penting untuk merumuskan masa depan global yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dalam forum tersebut, isu-isu geopolitik, keberlanjutan, serta kesehatan ekonomi global akan menjadi topik utama yang dibahas.

Forum ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan yang telah berlangsung selama enam tahun, dan menjadi ajang bagi para pemimpin global untuk saling bertukar pandangan mengenai arah pembangunan dunia di masa depan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.