Prabowo Kembali Tegaskan Program Strategis untuk Ciptakan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tim ini juga berfungsi sebagai pusat kendali untuk memastikan program berjalan tepat waktu. Ia mengatakan bahwa jika ada hambatan teknis atau regulasi, tim akan segera mempercepat prosesnya. "Kalau ada yang macet, kita percepat supaya jalan dengan baik," tegas Purbaya.
Purbaya juga menambahkan bahwa tim ini membuka kanal komunikasi untuk pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam menjalankan bisnis. Setiap pekan, laporan dan pengaduan dari sektor swasta akan dibahas dan dicarikan solusinya secara terstruktur.
Sebagai bagian dari Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5, pemerintah menetapkan delapan program akselerasi tahun 2025, empat program lanjutan di 2026, dan lima program prioritas penciptaan lapangan kerja. Program akselerasi mencakup magang lulusan baru, bantuan pangan, insentif pajak, dan program padat karya.
Empat program lanjutan tahun 2026 antara lain adalah perpanjangan PPh Final UMKM 0,5 persen, insentif pajak sektor pariwisata dan padat karya, serta diskon iuran sosial bagi pekerja informal. Sementara itu, lima program penyerapan tenaga kerja meliputi operasional Koperasi Merah Putih, replanting perkebunan, Kampung Nelayan, revitalisasi tambak Pantura, dan modernisasi kapal nelayan.
Dengan strategi yang terukur ini, Presiden Prabowo melalui jajaran kementeriannya berharap bahwa mesin pertumbuhan ekonomi nasional akan terus bergerak dan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!