Prabowo Beberkan Alasan Upah RI Kalah dari Negara Tetangga
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 6 Mei 2025 | 20:40 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan penyebab rendahnya tingkat upah pekerja di Indonesia dibandingkan negara tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah telah mengambil peran besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program subsidi dan bantuan langsung tunai (BLT).
"Saya juga katakan kepada para pengusaha. Upah saudara yang dikasih ke pekerja relatif bisa dikatakan rendah dibandingkan tetangga-tetangga kita karena pemerintah memberi bantuan tunai langsung," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip Selasa (6/5/2025).
Prabowo membeberkan bahwa pemerintah setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp500 triliun (US$30 miliar) untuk program-program seperti PKH, BLT, hingga subsidi energi. Selain itu, program andalan pemerintah tahun ini seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menyerap dana besar, yakni Rp170 triliun.
"Jadi yang tadi 30 miliar dolar plus 10, 40 miliar dolar untuk membantu desil 1-2 dan kelas menengah juga. Ini adalah, we are the real welfare state," tegas Prabowo.
Prabowo juga menekankan bahwa berbagai program ini merupakan warisan kebijakan dari Presiden SBY dan Presiden Jokowi yang terbukti berpihak pada rakyat kecil, dan kini dilanjutkan olehnya.
Sementara itu, data terbaru menunjukkan pendapatan per kapita Indonesia pada 2024 telah naik menjadi US$4.960,33 atau sekitar Rp78,6 juta per orang per tahun, meningkat dari tahun sebelumnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!