Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Prabowo Beberkan Alasan Upah RI Kalah dari Negara Tetangga

Desi Rossilawati
Selasa, 6 Mei 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Prabowo Beberkan Alasan Upah RI Kalah dari Negara Tetangga
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan penyebab rendahnya tingkat upah pekerja di Indonesia dibandingkan negara tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah telah mengambil peran besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program subsidi dan bantuan langsung tunai (BLT). "Saya juga katakan kepada para pengusaha. Upah saudara yang dikasih ke pekerja relatif bisa dikatakan rendah dibandingkan tetangga-tetangga kita karena pemerintah memberi bantuan tunai langsung," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip Selasa (6/5/2025). Prabowo membeberkan bahwa pemerintah setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp500 triliun (US$30 miliar) untuk program-program seperti PKH, BLT, hingga subsidi energi. Selain itu, program andalan pemerintah tahun ini seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menyerap dana besar, yakni Rp170 triliun. "Jadi yang tadi 30 miliar dolar plus 10, 40 miliar dolar untuk membantu desil 1-2 dan kelas menengah juga. Ini adalah, we are the real welfare state," tegas Prabowo. Prabowo juga menekankan bahwa berbagai program ini merupakan warisan kebijakan dari Presiden SBY dan Presiden Jokowi yang terbukti berpihak pada rakyat kecil, dan kini dilanjutkan olehnya. Sementara itu, data terbaru menunjukkan pendapatan per kapita Indonesia pada 2024 telah naik menjadi US$4.960,33 atau sekitar Rp78,6 juta per orang per tahun, meningkat dari tahun sebelumnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.