PPN Naik Jadi 12% Tahun Depan, Bakal Seperti Ini Nasib Kelas Menengah
Beberapa efek yang bisa ditimbulkan dari kenaikan PPN 12%, Bhima menjelaskan, masyarakat akan mengencangkan ikat pinggang alisa lebih berhemat. Selain itu, masyarakat akan beralih ke produk yang lebih rendah harganya dengan kualitas yang juga lebih rendah.
Bahkan, masyarakat terpaksa membeli barang yang sama dengan harga yang lebih tinggi, dan fenomena makan tabungan bisa jadi lebih tinggi lagi dibandingkan 2024.
"Kalau orang kaya masih bisa mengompensasi, tapi kalau kelas bawah itu makan tabungan. Atau dikhawatirkan konsumen akan memilih untuk berhutang untuk bisa bertahan hidup, karena tidak mampu lagi untuk menandingi naiknya harga-harga barang. Ini menurut saya sudah salah satu warning," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menuturkan bahwa dampak dari kenaikan PPN jadi 12% akan memperparah kondisi yang sedang dihadapi oleh kelas menengah saat ini.
Dirinya bilang, dengan kondisi yang ada saat ini pun peningkatan upah riil justru menurun, sedangkan biaya hidup terus meningkat walaupun inflasi rendah. Faisal menambahkan, inflasi rendah dikarenakan permintaan juga rendah.
"Pada saat yang sama kalau kita melihat tabungan di perbankan, yang di bawah Rp 100 juta di rekeningnya, itu turun rata-rata saldonya. Saldo rekening di bawah Rp 100 juta itu sekitar 99% dari pemilik rekening," ujarnya.
Faisal bilang, ketika masyarakat dihadapkan dengan tambahan biaya hidup, maka sudah jelas pendapatan akan tambah tergerus. Terutama kelas menengah yang menjadi objeknya.
"Sehingga dalam kondisi seperti ini, permintaan domestik akan semakin melambat dan kelas menengah juga akan semakin turun dari sisi tingkat spending-nya. Selain tingkat spending-nya turun, otomatis juga yang punya tabungan akan semakin menggunakan tabungannya," ucap Faisal. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!