Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026

Polisi Jerman Selidiki Kelompok Simpatisan Teroris PKK Menyusul Terjadi Kerusuhan Publik

ED
Jumat, 30 Desember 2022 | 12:57 WIB
Bagikan
Polisi Jerman Selidiki Kelompok Simpatisan Teroris PKK Menyusul Terjadi Kerusuhan Publik

VISI.NEWS | JERMAN - Polisi Jerman mengadakan penyelidikan terhadap para simpatisan organisasi teroris PKK setelah kelompok tersebut melakukan protes publik di kota Dortmund, pihak berwenang melaporkan Rabu.

Sekitar 320 pendukung PKK mengadakan demonstrasi di kota tersebut, dan 25 orang dari kelompok tersebut secara lisan mengkonfrontasi orang lain di sekitarnya. Situasi dapat dikendalikan karena campur tangan polisi, kata pihak berwenang.

Dia menambahkan bahwa dinas keamanan negara mengetahui gambar yang beredar di media sosial dan juga menggunakannya dalam penyelidikan mereka.

Gambar yang dibagikan secara online menunjukkan sekelompok pendukung PKK menyerang satu atau lebih orang dengan tiang bendera dan menghancurkan properti.

Polisi Dortmund menuntut penyelidikan atas kekerasan fisik dan gangguan perdamaian, mendesak para saksi untuk menghubungi pihak berwenang.

PKK diklasifikasikan sebagai organisasi teroris "suku-nasionalis" dan "separatis" oleh badan penegak hukum Uni Eropa, Europol, dan telah dilarang di Jerman sejak 1993.

Tapi tetap aktif di negara dengan hampir 14.500 pengikut di antara populasi imigran Kurdi.

Badan intelijen dalam negeri Jerman, BfV, memperingatkan dalam laporan tahunannya bahwa PKK tetap menjadi kelompok ekstremis asing terbesar di negara itu dan para pengikutnya dapat melakukan serangan kekerasan jika menerima instruksi dari pemimpin kelompok di luar negeri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.