Polda Jabar Kerahkan 1.500 Personel Amankan Piala Presiden
Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Polda Jawa Barat mengerahkan sedikitnya 1.500 personel gabungan untuk mengamankan pembukaan sekaligus pertandingan Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Pengamanan tersebut melibatkan tiga polres jajaran, yakni Polresta Bandung, Polrestabes Bandung, dan Polres Cimahi.
Sebagai bagian dari persiapan pengamanan, Polda Jabar telah menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Gymnasium Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mematangkan skema pengamanan serta memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya selama turnamen berlangsung.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jabar Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, penyelenggaraan Piala Presiden 2026 merupakan agenda berskala nasional yang menjadi perhatian berbagai pihak sehingga memerlukan kesiapan pengamanan secara menyeluruh.
"Demi mengawal kelancaran turnamen, kepolisian mengerahkan sedikitnya 1.500 personel gabungan yang mengedepankan sinergi lintas sektoral bersama TNI, Pemerintah Daerah, Satbrimob, hingga jajaran polres kewilayahan," kata Teddy dalam keterangannya dikutip, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh personel yang diterjunkan telah ditempatkan sesuai pembagian tugas yang telah dirancang secara terintegrasi.
"Skema pembagian tugas telah dipetakan secara terintegrasi. Polresta Bandung bertanggung jawab penuh pada keamanan area utama pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, sementara Polres Cimahi dan Polrestabes Bandung mengamankan jalur kedatangan peserta, tempat penginapan, hingga lokasi latihan para tim peserta," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan sejak tahap perencanaan guna menjamin keamanan masyarakat selama penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
"Polda Jawa Barat tidak ingin hanya siap saat pelaksanaan, tetapi juga siap sejak tahap perencanaan. Seluruh skenario pengamanan kami uji agar setiap personel memahami tugas dan mampu bertindak cepat, tepat, serta profesional dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan," kata Hendra.
Ia menambahkan, pengamanan turnamen akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis tanpa mengesampingkan ketegasan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
"Pengamanan akan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian serta bersinergi bersama TNI, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan stakeholder terkait," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!