Pola Makan di Usia Paruh Baya Pengaruhi Kesehatan di Masa Tua
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 1 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pola makan saat memasuki usia paruh baya ternyata berperan besar dalam menentukan kualitas hidup di masa tua. Temuan ini disampaikan dalam sebuah studi baru oleh tim peneliti dari Tufts University dan Harvard T.H. Chan School of Public Health, yang menyimpulkan bahwa konsumsi serat dan karbohidrat berkualitas tinggi di usia 40 hingga 50-an berkaitan erat dengan penuaan sehat, terutama pada perempuan.
Studi jangka panjang yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open ini menganalisis data lebih dari 47.000 perempuan dalam program Nurses’ Health Study. Para peserta rutin mengisi kuesioner makanan setiap empat tahun, sejak 1984 hingga 2016, dan saat penelitian mencapai fase akhir, usia mereka telah menginjak 70 hingga 93 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sekitar 8 persen peserta yang tergolong menua secara sehat, yakni tidak mengalami 11 jenis penyakit kronis utama, memiliki fungsi fisik dan kognitif yang baik, serta sehat secara mental. Namun, peluang untuk mencapai kategori ini meningkat sebesar 6 hingga 37 persen pada mereka yang mengonsumsi lebih banyak serat dan karbohidrat sehat, seperti dari buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.
Sebaliknya, konsumsi karbohidrat olahan, seperti tepung putih, makanan berpemanis, dan sayuran bertepung—justru dikaitkan dengan penurunan peluang penuaan sehat hingga 13 persen.
“Hasil ini sejalan dengan bukti lain yang menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis,” ujar Qi Sun, profesor di Harvard Chan School sekaligus penulis senior studi tersebut.
Namun, para peneliti juga mengingatkan bahwa mayoritas peserta merupakan perempuan kulit putih dari latar belakang kesehatan, sehingga temuan ini perlu dikaji lebih lanjut pada populasi yang lebih beragam.
Tetap, temuan ini memberikan pesan kuat: membenahi pola makan sejak usia 40-an dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang.
“Semakin kita memahami tentang penuaan sehat, ilmu pengetahuan semakin bisa membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat,” tutup peneliti utama, Andres Ardisson Korat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!