Pimpinan UNS Marah: Tak Ada Toleransi Kekerasan di Kampus
VISI.NEWS | SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindak kekerasan di kampus. Lingkungan kampus seharusnya menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa, bukan malah menjadi tempat kegiatan yang membahayakan.
Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto, menyampaikan penegasan tersebut kepada wartawan di kampus UNS Kentingan, Rabu (27/10/2021), terkait dengan meninggalnya seorang mahasiswa baru, Gilang Endi Saputra (21), saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Gladi Patria Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS. "Kami tegaskan, UNS tidak memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Saat ini, kami telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan Menwa dan investigasi atas kasus tersebut. Proses penegakan hukum, sepenuhnya kami serahkan kepada kepolisian," ujar Dr. Sutanto.
Menurut Dr. Sutanto, dia merasa sedih dan marah karena dalam kehidupan kampus terjadi peristiwa yang merenggut korban jiwa dengan meninggalnya Gilang Endi Saputra, pada Minggu (24/10/2021).
Akibat kejadian tragis tersebut, sambungnya, pihak kampus menghentikan kegiatan Diklatsar yang dijadwalkan dari 23 - 31 Oktober 2021 dan menutup sekretariat Menwa Yon 905 Jagalbilawa di kampus UNS. "Kami lakukan penutupan sekretariat Menwa untuk kepentingan penyelidikan dan kunci dibawa pembina Menwa," kata Sutanto lagi.
Dia menambahkan, jika dalam pemeriksaan ditemukan bukti ada unsur kelalaian atau kekerasan terhadap korban, pihak UNS juga akan bertindak tegas. "Pasti ada hukuman yang jelas. Kami juga bergerak di sini, karena ada aturan normatif tentang tata kehidupan kampus. Kalau memang ada kelalaian atau bahkan mungkin kesengajaan yang dilakukan secara bersama-sama dan kolektif, akan ada sanksinya. Kita harus mengambil sikap tegas, karena urusannya sudah manusia," tandasnya.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus, menambahkan, pihak UNS saat menghentikan sementara semua kegiatan fisik pasca kejadian tragis tersebut. "Sementara ini, semua kegiatan fisik unit kegiatan mahasiswa (UKM), baik di dalam maupun di luar kampus, termasuk kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) kita hentikan. Itu terkait kegiatan berisiko," tutur Prof. Yunus.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!