Petani Kelapa Sawit Kecil Butuh Dukungan, Bukan Hambatan
Menuju kemakmuran petani kecil
Kebijakan pemerintah saat ini menghambat kemakmuran petani kecil kelapa sawit di Indonesia yang menghadapi undang-undang pertanahan yang merugikan, dominasi perusahaan, dan kurangnya dukungan pemerintah yang efektif.
Dua mitos menghalangi reformasi yang berarti: mitos bahwa perusahaan efisien dan mitos bahwa petani kecil tidak memiliki ambisi dan keterampilan untuk memenuhi permintaan global akan tanaman penting ini. Bukti menunjukkan sebaliknya.
Perkebunan karet era kolonial Indonesia dengan cepat dikalahkan oleh petani kecil. Kakao dan kopi selalu menjadi tanaman petani kecil, dan kelapa sawit juga bisa menjadi tanaman yang sama jika kebijakan diubah.
Di Thailand — produsen kelapa sawit terbesar ketiga di dunia — 70 persen tanaman ditanam oleh petani kecil dengan ukuran lahan rata-rata 4 hektar, didukung oleh program pemerintah yang menawarkan dukungan teknis dan finansial yang sesuai.
Petani kecil Indonesia mengatakan 6 hektar kelapa sawit adalah angka yang bagus: pendapatan dari 2 hektar cukup untuk menutupi biaya pertanian, 2 hektar menutupi biaya hidup keluarga, dan 2 hektar menyediakan dana investasi untuk pendidikan dan menyiapkan generasi berikutnya. Tambahkan 2 hektar lagi dan mereka dapat menyekolahkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi.
Dengan kebijakan yang tepat, jutaan petani kecil Indonesia dapat mencapai kemakmuran dengan kelapa sawit. Itu sangat mungkin dicapai.
- Tania Murray Li adalah profesor antropologi di Universitas Toronto, Kanada. Penelitiannya menyangkut tanah, tenaga kerja, kapitalisme, pembangunan, politik, dan adat istiadat dengan fokus khusus pada Indonesia. Ia adalah anggota terpilih dari Royal Society of Canada.
- Pujo Semedi adalah profesor di Departemen Antropologi di Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Penelitiannya difokuskan pada isu-isu ekonomi dan ekologi pedesaan-pertanian, dan ia melakukan kerja lapangan di antara para nelayan dan petani di Jawa, Kalimantan, dan Jerman Selatan.
- Keduanya adalah rekan penulis Plantation Life: Corporate Occupation in Indonesia’s Oil Palm Zone, Duke University Press, 2021. Pendanaan penelitian disediakan oleh Dewan Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kanada, Universitas Toronto, dan Universitas Gadjah Mada. Awalnya diterbitkan di bawah Creative Commons oleh 360info™.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!