Pesawat Garuda Kembali Terbang dari Husein
VISI.NEWS — Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung memasuki tahap baru dalam proses reaktivasi penerbangan komersial. Pesawat jet Garuda Indonesia kembali mengudara dari bandara tersebut pada Jumat (14/8/2026), melayani rute Denpasar-Bandung-Denpasar.
Penerbangan perdana Garuda Indonesia itu menjadi momentum penting bagi upaya Pemerintah Kota Bandung menghidupkan kembali konektivitas udara dari dan menuju ibu kota Jawa Barat. Kehadiran kembali pesawat jet sekaligus memperluas pilihan masyarakat untuk bepergian langsung dari Bandung tanpa harus menggunakan bandara di wilayah lain.
Sebelumnya, penerbangan komersial dari Bandara Internasional Husein Sastranegara telah kembali dibuka secara bertahap sejak 6 Agustus 2026. Pada tahap awal, sejumlah maskapai menggunakan pesawat propeller untuk melayani rute seperti Lampung dan Palembang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif kembali beroperasinya pesawat jet Garuda Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara terus mengalami perkembangan secara bertahap.
Farhan juga menyoroti tingginya tingkat keterisian penerbangan Garuda Indonesia pada hari pertama pengoperasian rute Bandung-Denpasar. Tingginya minat penumpang dinilai menjadi sinyal bahwa masyarakat masih membutuhkan konektivitas udara langsung dari Kota Bandung.
Selain Garuda Indonesia, kelompok maskapai Lion juga telah beroperasi sejak 6 Agustus 2026 dengan sejumlah rute, antara lain Lampung, Balikpapan, dan Palembang. Menurut Farhan, tingkat peminat penerbangan tersebut telah berada di atas 50 persen.
Pemerintah Kota Bandung kini mulai mempersiapkan pengembangan jaringan penerbangan yang lebih luas. Sejumlah kota ditargetkan dapat terhubung dengan Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara, mulai dari Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Batam, Lampung, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Denpasar hingga Surabaya.
Meski demikian, Farhan mengatakan Pemkot Bandung belum ingin terburu-buru menetapkan target jumlah penumpang dalam setahun. Pemerintah kota lebih dahulu ingin memastikan seluruh infrastruktur dan pelayanan bandara mampu mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!