Pesawat Garuda Kembali Terbang dari Husein
Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah pendidikan. Farhan menyebut Bandung sebagai salah satu kota pendidikan yang dapat memanfaatkan konektivitas udara untuk menarik mahasiswa dan calon mahasiswa dari berbagai daerah.
“Tantangan buat kita adalah bagaimana caranya tidak hanya orang Bandung yang terbang bolak-balik, tetapi juga kita akan mengundang orang lain dari kota lain untuk datang ke Kota Bandung,” kata Farhan.
Dengan demikian, reaktivasi bandara diharapkan ikut menggerakkan sektor lain, seperti pariwisata, perdagangan, pendidikan, ekonomi kreatif, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah berbagai aspek pelayanan, keamanan, keselamatan, dan kelayakan fasilitas dipastikan memenuhi persyaratan.
Ia mengatakan, bandara tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari sebelum kembali digunakan untuk penerbangan komersial.
“Bandara ini telah kita siapkan jauh-jauh hari untuk memastikan pelayanan, seluruh keamanan dan safety yang dipersyaratkan untuk kelayakan bandara. Kami mendapatkan sertifikasi kembali dari Kementerian Perhubungan bahwa bandara ini layak dan bisa digunakan,” ujar Mohammad Rizal Pahlevi.
Menurut dia, kesiapan bandara tidak hanya dilihat dari kondisi fisik atau tampilan fasilitas. Seluruh sarana dan prasarana harus melalui pengujian untuk memastikan fungsi dan kelayakannya sesuai dengan standar kebandarudaraan.
Proses persiapan tersebut berlangsung hampir dua bulan. Setelah dilakukan pengujian internal oleh Angkasa Pura Indonesia, kesiapan bandara kemudian dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menjalani pemeriksaan dan verifikasi secara langsung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!