Pesawat Garuda Kembali Terbang dari Husein
Pemkot Bandung, kata dia, mulai menyiapkan pelayanan dengan proyeksi kapasitas sekitar 3.000 penumpang per hari.
“Pokoknya kita mesti siap dulu dengan 3.000 penumpang per hari. Dengan 3.000 penumpang itu kita mesti memastikan bahwa bandaranya siap,” kata Farhan.
Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan fasilitas utama di dalam bandara. Pemerintah kota juga melakukan evaluasi dari sudut pandang pengalaman penumpang atau customer experience.
Farhan mengatakan, sejumlah orang diminta menjalani seluruh rangkaian perjalanan sebagaimana penumpang pada umumnya. Evaluasi dimulai sejak penumpang tiba di bandara, memasuki area drop off, melakukan check-in, menuju pesawat, menjalani penerbangan, tiba kembali, mengambil bagasi hingga memperoleh akses transportasi setelah keluar dari bandara.
Menurut Farhan, pendekatan tersebut dilakukan untuk menemukan titik-titik pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Hasil evaluasi kemudian menjadi bahan koordinasi antara Pemkot Bandung dan pengelola bandara untuk menentukan pembagian tanggung jawab dalam memperbaiki layanan.
“Ini tugas Angkasa Pura, ini tugas Pemkot, ini tugas siapa, ini tugas siapa,” ujarnya.
Farhan menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya menyediakan sarana transportasi udara. Lebih jauh, keberadaan bandara harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi Kota Bandung.
Pemerintah kota berharap arus penumpang tidak hanya berasal dari warga Bandung yang hendak bepergian ke daerah lain. Bandung juga harus mampu menarik masyarakat dari berbagai kota untuk datang dan melakukan berbagai aktivitas di Kota Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!