Pertarungan Manusia vs Alam: Alih Fungsi Lahan Sebagai Pemicu Bencana Alam

ED
Sabtu, 25 Mei 2024 | 20:04 WIB
Bagikan
Pertarungan Manusia vs Alam: Alih Fungsi Lahan Sebagai Pemicu Bencana Alam

VISI.NEWS | KERTASARI - Kerusakan kawasan hulu sebagai Nol Kilo Meter Citarum masih kritis. Angka lahan kritis di zona hulu bukan menyusut dan malah cenderung meningkat. Perlu diingat bahwa hulu sungai Citarum ini terletak di Situ Cisanti Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Hal tersebut, diungkapkan Direktur Eksekutif Walhi Jawabarat Wahyudin, dirinya menyampaikan bahwa sebelum adanya program Citarum Harum, setidaknya sudah terdapat beberapa program yang sudah bergulir dengan biaya yang fantastis, diantaranya, (Citarum Bergetar, ICWRMIP, Kompepar dan Citarum Bestari) di lokasi petak 73 sebagai hulu dari sungai Citarum dan program tersebut telah memulihkan kawasan yang dianggap kritis.

"Klaim reforestasi lahan kritis di hulu, kami mempertanyakan kawasan mana yang telah berhasil di reforestasi, lantaran banjir bandang dan banjir lumpur masih kerap terjadi, terakhir banjir di hulu telah menelan satu korban meninggal dunia," ujarnya kepada VISI.NEWS belum lama ini.

Menurut catatan Walhi, fakta lahan kritis yang tidak dapat tersentuh oleh program Citarum Harum ini adalah lahan yang di bawah pengelolaan perhutani yaitu kawasan puncak sulibra (Artapela) yang masuk pada bentang kawasan gambung sidanengsih serta masuk pada Sub DAS Cihejo yang bermuara ke DAS Citarum.

"Laporan PKK DAS yang di tayangkan di website perlu juga dibuktikan dan pertanggungjawaban, masalahnya mereka mengklaim bahwa telah berhasil dengan cara telah melakukan penanaman pohon dengan jumlah jutaan. Dimana lokasi penanam pohon tersebut?, Apakah ada metode pengawasan berapa pohon yang hidup dan pohon yang mati serta apakah menjawab terhadap pemulihan kawasan yang kritis atau tidak?, Belum lagi lahan kritis yang berada di bawah pengelolaan HGU PTPN dan tanah milik masyarakat," ujar Wahyudin.

Dirinya juga menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga titik lokasi yang kritis dan tidak dapat terurai oleh program Citarum harum ini di kawasan hulu. Salah satu lokasinya berada tepat di pasir anjing, kampung Cirawa dan sebagian besar terlekat di desa Cihawuk. Pola tanam yang tidak dengan skema terasering serta tidak disertainya dengan pohon tegakan sering kali memperburuk jumlah run off yang masuk ke anak sungai yang bermuara ke DAS.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.