Pertarungan Manusia vs Alam: Alih Fungsi Lahan Sebagai Pemicu Bencana Alam

ED
Sabtu, 25 Mei 2024 | 20:04 WIB
Bagikan
Pertarungan Manusia vs Alam: Alih Fungsi Lahan Sebagai Pemicu Bencana Alam

"Partisipasi publik. Bentuk keberhasilan yang sangat sulit untuk mengetahui sebesar apa upaya partisipasi publik dapat di terapkan pada program Citarum Harum ini, nyatanya pada ruang-ruang perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi tidak dapat terwujud dengan komprehensif dilakukan oleh PPK DAS. Adapun pertemuan besar dapat dilaksanakan terkesan hanya menjadi kegiatan agar ISWMIP dapat berjalan," katanya.

Citarum masih dapat dikategorikan sebagai sungai yang tercemar berat. Pemerintah Pusat dengan bangga menjadikan sungai Citarum sebagai showcase di World Water Forum (WWF) sangatlah keliru. Fakta di lapangan Citarum belum banyak yang berubah, sederhananya program Citarum Harum bisa dikatakan belum mampu merubah Citarum menjadi sungai yang bersih.

"Catatan kritis kami di atas, bermaksud ingin mendesakan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawab Barat, agar segara bersikap tegas menghentikan segala bentuk kerusakan, tidak ada toleran lagi bagi pelaku perusakan dan pelaku pencemar limbah ke aneka sungai maupun ke sungai atau istilah lain Zero Tolerance Policy," tegas

Agar dapat mewujudkan sikap ini dan tidak ada lagi toleran bagi pelaku perusak, maka pihaknya memberikan desakan dan saran : 1. Segara lakukan Identifikasi yang di bagi menjadi tiga segmen (Segmen Hulu, Segmen Tengah dan Segmen Hilir). Langkah ini di maksudkan agar dapat menentukan akar masalah yang sebenarnya, karena dari setiap segmen baik dihulu, tengah hingga hilir masalahnya pasti berbeda.

2. Segera jalankan penegakan hukum bagi pelaku pencemaran dan pelaku perusak lingkungan. Ini menjadi kekharusan yang wajib dijalankan agar dapat menjawab masalah yang terjadi saat ini. Bukan lagi “pengendalian” sikap yang harus diambil melainkan “penghentian”.

3. Presiden dan Gubernur segera keluarkan sikap untuk menetapkan tanggal 24 Mei sebagai Peringatan Hari Citarum. Hal ini wajib dilakukan sebagai wujud penghargaan bagi para aktivis yang berhasil mendorong Bupati Kab. Bandung menetapkan 24 Mei sebagai Hari Citarum. Lebih jauh dari itu agar kita dapat diingatkan 5 program untuk mengatasi masalah serta anggaran yang luar biasa belum dapat mengurai akar masalah kerusakan sungai Citarum.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.