Personalisasi Kuatkan Kreativitas dalam Strategi Pemasaran di Era Bisnis Berbasis Data
"Seraya kita bersiaga menghadapi resesi ekonomi dunia berikutnya, tampak sebuah tren yang terus berkembang. Adopsi strategi pemasaran berbasis data kini semakin diandalkan oleh bisnis," ujar Liz Adeniji, APAC Sales Director, Twilio Segment.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun berkecimpung di industri Teknologi Pemasaran dan Teknologi Periklanan, Liz menyaksikan secara langsung bagaimana bisnis pemasaran dan periklanan terus bergeser ke arah personalisasi, dan bagaimana personalisasi yang dihadirkan oleh pemasaran berbasis data telah menjadi senjata utama pelaku usaha agar dapat bertahan di tengah persaingan. Twilio Segment, alat pengambil keputusan berbasis data hadir menjadi pilar solusi bagi perusahaan-perusahaan dalam menerapkan strategi agar bisnis mereka mampu bertahan, dan bahkan dapat terus melaju.
Liz menegaskan bahwa personalisasi berbasis data yang beroperasi pada basis 1:1 dengan presisi tinggi merupakan pilar baru bagi bisnis dan telah membawa dampak yang begitu luar biasa di lini pemasaran. Personalisasi memungkinkan petugas di call center untuk menghadirkan solusi kepada pelanggan dengan lebih cepat, sehingga pelanggan merasakan pengalaman yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap bisnis. "Strategi ini juga mendukung tim pengembangan produk dalam menghadirkan produk-produk yang lebih sesuai dengan preferensi pelanggan," imbuh Liz.
Mengatur Keseimbangan antara Personalisasi dan Privasi Data
Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Nomor 22 Tahun 2022, bisnis diwajibkan untuk menjaga kepatuhan terhadap aturan kerahasiaan data maupun privasi, terlebih dengan menimbang makin gencarnya serangan siber yang bisa berpotensi mencuri data pribadi konsumen. Kepatuhan terhadap aturan kerahasiaan data juga tak luput dari penerapan personalisasi.
Apabila strategi personalisasi diterapkan dengan tepat, strategi ini memungkinkan perusahaan menyasar konsumen dengan konten yang relevan dengan mereka, tanpa mengkompromikan masalah privasi data. Dengan mematuhi aturan yang ketat terkait keamanan dan kerahasiaan data, bisnis dituntut untuk dapat mengatur keseimbangan antara penerapan strategi personalisasi dan privasi data.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!