Perintah untuk Bekerja Keras dalam Islam
Artinya: “Adapun penilaiannya di dunia, maka Allah, Rasul, dan umat Islam yang melihatnya. Jika perbuatannya adalah ketaatan, maka dia akan mendapatkan pujian yang besar di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Dan jika perbuatannya adalah maksiat, maka dia akan mendapatkan celaan yang besar di dunia dan siksaan yang berat di akhirat. Dan ini adalah dorongan yang besar bagi orang-orang yang taat dan ancaman yang besar bagi orang-orang yang berdosa.” (Syekh Nawawi Al-Bantani, Tafsir Marah Labib, , Jilid I, halaman 467).
Tafsir Al-Misbah Quraish Shihab
Sementara itu, Profesor Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah mengatakan, jika ayat sebelumnya berbicara tentang Allah yang menerima taubat. Ayat 105 di surah at-Taubah ini melanjutkan dengan perintah untuk beramal saleh.
Meskipun taubat telah diterima, manusia telah kehilangan waktu yang bisa diisi dengan kebajikan. Oleh karena itu, penting untuk giat beramal agar kerugian tersebut tidak terlalu besar. (Profesor Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Jilid V, halaman 712). Lebih lanjut, ayat ini bertujuan untuk mendorong manusia agar mawas diri dan mengawasi amalnya.
Setiap amal, baik atau buruk, memiliki hakikat yang tidak dapat disembunyikan. Allah, Rasul, dan kaum mukmin adalah saksi yang mengetahui dan melihat hakikatnya. Di hari kemudian, Allah akan membuka tabir yang menutupi mata mereka sehingga mereka pun akan mengetahui dan melihat hakikat amalnya.
Tafsir Ibnu Katsir Dalam tafsir Al-Qur'an al-Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan manusia untuk bekerja. Allah SWT, Rasul, dan orang-orang beriman akan melihat semua amal perbuatan yang dilakukan. Nantinya, manusia akan dikembalikan kepada Allah SWT, Yang Maha Mengetahui hal gaib dan nyata. Semua yang dikerjakan akan dilaporkan kepada-Nya. Menurut Mujahid, ayat ini adalah peringatan dari Allah SWT kepada orang-orang yang durhaka.
Segala amal mereka, baik maupun buruk, akan ditampilkan di hadapan Allah SWT, Rasul, dan orang-orang beriman. Hal ini diyakini pasti terjadi pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT di ayat lain yang menjelaskan tidak ada satupun hal yang tersembunyi dari-Nya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!