IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Perintah untuk Bekerja Keras dalam Islam 

ED
Senin, 6 Mei 2024 | 11:28 WIB
Bagikan
Perintah untuk Bekerja Keras dalam Islam 

Lebih jauh lagi, di era modern ini, penting bagi kita untuk merenungkan kembali makna ayat yang menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas. Ayat ini mendorong kita untuk menjadi individu yang menghasilkan karya nyata dan memahami peran kita masing-masing dalam masyarakat.

Tidak ada pekerjaan yang hina selama halal dan tidak menjauhkan diri dari Allah. Kehidupan manusia membutuhkan berbagai profesi. Ada yang bertani, beternak, menjadi buruh, pegawai, tentara, negarawan, penulis, pedagang, dan lain sebagainya. Ada ayah yang mendidik anak, ibu yang mengurus rumah tangga, murid yang belajar, dan guru yang mengajar.

Pekerjaan tersebut bisa sederhana seperti memotong rumput atau besar seperti membangun perusahaan. ad Profesi lainnya seperti nahkoda kapal, pilot pesawat terbang, supir mobil, dokter, perawat, dan ahli hukum juga diperlukan dalam masyarakat. Seiring kemajuan zaman, semakin banyak spesialisasi pekerjaan yang dibutuhkan.

Lebih jauh lagi, ayat at-Taubah ayat 105 ini melarang kita untuk malas dan membuang-buang waktu. Kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan selalu meminta petunjuk dari Allah. Jika kita memperoleh rezeki dari pekerjaan tersebut, maka kita dianjurkan untuk mengeluarkan zakat atau sedekah. Bahkan, senyuman dan keramahan terhadap orang lain pun bisa menjadi sedekah.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda bahwa menyingkirkan duri, pecahan kaca, atau paku dari jalan raya termasuk sedekah. Intinya, ayat ini memerintahkan kita untuk menjadi pribadi yang produktif dan berkontribusi bagi masyarakat. Tidak ada pekerjaan yang hina selama pekerjaan itu halal dan tidak menjauhkan kita dari Allah.

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan kita, kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan jangan lupa untuk selalu bersedekah dan berbuat baik kepada sesama.

Tafsir Marah Labib Meskipun manusia dianjurkan untuk bekerja dan mencari nafkah, penting untuk diingat bahwa ada batasan yang harus dipatuhi.

Bekerja memang mulia, namun jangan sampai kita terjerumus dalam pekerjaan yang tidak halal dan bertentangan dengan hukum. Pekerjaan yang tidak halal dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan bahkan merugikan masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.