Perintah Produktif dan Larangan Bermalas-malasan dalam Islam
“(8) dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah.”
Dalam Tafsir Al-Azhar disebutkan ayat di atas merupakan satu pedoman bagi manusia untuk berjuang dalam melaksanakan perintah Allah melalui usaha yang diupayakannya. Akan tetapi juga mengandung perintah jangan meninggalkan Allah dalam setiap urusan.
Manusia sebagai makhluk yang diberikan mandat untuk merawat, menjaga, memakmurkan serta melestarikan bumi tidak akan mampu menjalankan amanah tersebut hanya dengan berdiam diri. Kedua ayat di atas memberikan peringatan bahwa setiap selesai satu urusan, hendaklah beranjak mengerjakan urusan lain dengan tetap melibatkan Allah di dalamnya.
Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah. Begitu pula menghindari waktu kosong adalah upaya menghindari diri dari kegiatan tidak bermanfaat yang dapat membahayakan diri sendiri bahkan orang lain.
Demikianlah perintah produktif dan larangan bermalas-malasan sejatinya agar manusia mampu menjalankan mandat kekhilafahan di bumi dengan sebaik-baiknya. Wallahu’alam. @fen/sumber: mui.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!