Penulisan Ulang Sejarah RI Tak Gunakan Orde Lama, Ini Alasan Fadli Zon
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 19:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah memutuskan tidak lagi menggunakan istilah Orde Lama dalam penulisan ulang sejarah Indonesia yang kini tengah disusun dalam sepuluh jilid buku. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan karena tidak pernah ada penyebutan resmi dari pemerintahan sebelum Orde Baru sebagai Orde Lama.
"Jadi sebenarnya itu para sejarawan yang membuat ya, kalau kita lihat istilah Orde Lama, pemerintahan Orde Lama, tidak pernah menyebut dirinya Orde Lama, kalau Orde Baru memang menyebut itu adalah Orde Baru," ujar Fadli usai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin (26/5/2025).
Langkah ini, menurut Fadli, diambil agar narasi sejarah yang dibangun lebih netral dan inklusif. Ia menyebut pendekatan ini diharapkan mampu menghindari labelisasi yang berpotensi bias.
Fadli juga membeberkan bahwa proses penulisan sedang berlangsung oleh para sejarawan lintas disiplin dan kemajuan tiap jilidnya bervariasi. Beberapa sudah rampung 100 persen, sementara lainnya masih dalam tahap 50 hingga 70 persen.
"Rencananya pada bulan bulan Juni atau Juli akan kita buka diskusi per tema dengan melibatkan dan memperdebatkan ini dari tempat tempat dari berbagai macam ahli," jelasnya.
Meski sempat muncul perdebatan publik, Fadli meminta masyarakat bersabar hingga keseluruhan penulisan rampung. Menurutnya, terlalu dini memperdebatkan isi sebelum draf final tersedia.
"Tapi kan harus ditulis dulu kalau cuman kerangka yang kita perdebatkan itu seperti memperdebatkan pepesan kosong gitu ya jadi sejarahnya ditulis baru kita perdebatkan," terangnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!