Pentahelix Jadi Kunci Mengatasi Banjir, Pecahkan Kebuntuan 30 Tahun, Saluran Cipalasari Akhirnya Dikeruk
Visi.News/Ist.
Hingga saat ini, pengerukan menggunakan alat berat telah mencapai sekitar 900 meter, sementara pengerukan manual telah berjalan sepanjang 500 meter.
Tri mengakui, proses pengerukan bukan tanpa tantangan. Selain kondisi saluran yang dipenuhi sedimentasi tebal, lokasi tersebut selama bertahun-tahun dikenal warga memiliki berbagai cerita dan mitos yang membuat sebagian pihak enggan melakukan aktivitas di kawasan tersebut.
Namun berkat komunikasi yang baik, pendekatan budaya kepada masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, proses pengerukan akhirnya dapat dilaksanakan.
Keberhasilan pengerukan Cipalasari menjadi bukti nyata bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. Kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor utama dalam mewujudkan perubahan yang selama ini sulit dilakukan.
Karena itu, Tri mengajak masyarakat dan perusahaan untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah ke saluran air serta mendorong perusahaan untuk merawat drainase di sekitar wilayah operasional masing-masing.
"Kami berharap perusahaan memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Jangan semuanya bergantung kepada pemerintah. Saluran yang berada di sekitar perusahaan harus dibersihkan dan dirawat bersama," tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta berbagai pihak membuka kembali saluran-saluran drainase yang selama ini tertutup bangunan maupun fasilitas lainnya agar aliran air dapat kembali lancar.
Dengan semangat gotong royong yang diusung Forum Pentahelix, pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari menjadi simbol bahwa persoalan yang selama puluhan tahun dianggap sulit sekalipun dapat diselesaikan ketika pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha bergerak dalam satu tujuan yang sama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!