Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Pentahelix Jadi Kunci Mengatasi Banjir, Pecahkan Kebuntuan 30 Tahun, Saluran Cipalasari Akhirnya Dikeruk

ED
Ihda Da'watul Aba
Jumat, 19 Juni 2026 | 23:13 WIB
Bagikan
Pentahelix Jadi Kunci Mengatasi Banjir,  Pecahkan Kebuntuan 30 Tahun, Saluran Cipalasari Akhirnya Dikeruk

Visi.News/Ist.

VISI NEWS | KABUPATEN BANDUNG- Upaya penanganan banjir di wilayah Jalan Raya dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui kolaborasi lintas sektor yang tergabung dalam Forum Pentahelix, berbagai persoalan yang selama ini menjadi penyebab banjir perlahan berhasil diatasi, salah satunya melalui pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari yang telah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.

Ketua Forum Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa Pentahelix merupakan wadah kolaborasi yang diinisiasi oleh Bupati Bandung untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan daerah secara bersama-sama.

"Di dalamnya ada unsur pemerintah, masyarakat, perusahaan, akademisi, dan media. Semua duduk bersama menyatukan visi untuk mencari solusi dari berbagai persoalan yang ada, termasuk masalah banjir," ujarnya.

Menurut Tri, pendekatan kolaboratif tersebut mulai membuahkan hasil. Jika sebelumnya wilayah terdampak banjir mencapai sekitar 90 persen, kini intensitasnya berhasil ditekan hingga sekitar 50 persen. Upaya penanganan pun akan terus dilakukan secara bertahap hingga dampak banjir dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penanganan Saluran Irigasi Cipalasari. Meski kerap disebut sungai oleh masyarakat, jalur air tersebut sebenarnya merupakan saluran irigasi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama genangan dan banjir di kawasan Jalan Raya Dayeuhkolot.

Berdasarkan hasil mitigasi yang dilakukan tim Pentahelix, saluran tersebut diketahui mengalami sedimentasi cukup parah akibat tidak pernah dilakukan pengerukan selama kurang lebih 30 tahun.

"Ini menjadi sejarah baru. Selama tiga dekade saluran ini belum pernah dikeruk. Baru sekarang bisa direalisasikan," kata Tri.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Respons positif pun datang dari pemerintah provinsi dengan mengalokasikan pengerukan sepanjang 2,5 kilometer. Dari total panjang tersebut, satu kilometer dikerjakan menggunakan alat berat dan sisanya secara manual.

Hingga saat ini, pengerukan menggunakan alat berat telah mencapai sekitar 900 meter, sementara pengerukan manual telah berjalan sepanjang 500 meter.

Tri mengakui, proses pengerukan bukan tanpa tantangan. Selain kondisi saluran yang dipenuhi sedimentasi tebal, lokasi tersebut selama bertahun-tahun dikenal warga memiliki berbagai cerita dan mitos yang membuat sebagian pihak enggan melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

Namun berkat komunikasi yang baik, pendekatan budaya kepada masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, proses pengerukan akhirnya dapat dilaksanakan.

Keberhasilan pengerukan Cipalasari menjadi bukti nyata bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. Kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor utama dalam mewujudkan perubahan yang selama ini sulit dilakukan.

Karena itu, Tri mengajak masyarakat dan perusahaan untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya tidak membuang sampah ke saluran air serta mendorong perusahaan untuk merawat drainase di sekitar wilayah operasional masing-masing.

"Kami berharap perusahaan memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Jangan semuanya bergantung kepada pemerintah. Saluran yang berada di sekitar perusahaan harus dibersihkan dan dirawat bersama," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta berbagai pihak membuka kembali saluran-saluran drainase yang selama ini tertutup bangunan maupun fasilitas lainnya agar aliran air dapat kembali lancar.

Dengan semangat gotong royong yang diusung Forum Pentahelix, pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari menjadi simbol bahwa persoalan yang selama puluhan tahun dianggap sulit sekalipun dapat diselesaikan ketika pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha bergerak dalam satu tujuan yang sama.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.