Penguatan Dampak Sosial melalui Kolaborasi Komunitas dan AI
VISI.NEWS | JAKARTA - Di tengah derasnya laju teknologi dan transformasi digital yang menyentuh hampir semua aspek kehidupan, kebutuhan masyarakat sipil untuk menguasai kecerdasan artifisial (AI) semakin tidak terelakkan. Para pegiat komunitas, yang selama ini menjadi garda depan dalam pendidikan publik, advokasi sosial, dan pembelaan terhadap kelompok rentan, kini menghadapi tuntutan baru: bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih strategis dalam ekosistem informasi yang semakin rumit.
Kesadaran akan urgensi tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan AI Warrior National Bootcamp 2025 yang digagas MAFINDO melalui program NextGen AI. Acara yang diselenggarakan selama dua hari di Holiday Inn & Suites Gajah Mada, Jakarta, ini mencerminkan isu yang besar dan mendesak — yakni bagaimana komunitas masyarakat sipil dapat bersiap memasuki era baru di mana literasi AI bukan lagi keahlian tambahan, melainkan landasan baru dalam kerja-kerja sosial modern.
Ketua Presidium MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho, dalam pemaparannya menyebut bahwa teknologi AI mengubah cara masyarakat bekerja, mengkonsumsi dan memproduksi informasi, serta mengatasi masalah. “AI secara drastis mengubah bagaimana komunitas masyarakat sipil menjalani kerja edukasi dan advokasi. AI harus dipandang sebagai mitra kolaborasi yang bisa memberikan banyak manfaat, tanpa melupakan dampak risiko AI yang harus dimitigasi. Dengan pemahaman penerapan AI yang seimbang, komunitas masyarakat sipil dapat lebih gesit untuk mengatasi permasalahan masyarakat di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks,” jelas Septiaji.
Septiaji menambahkan bahwa banyak persoalan publik dewasa ini tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan kerja manual atau pola pikir lama. Dari deteksi hoaks, pemetaan masalah sosial, analisis tren, hingga produksi konten edukatif, kini membutuhkan bantuan AI agar hasilnya lebih presisi dan berdampak. Pendekatan tersebut, lanjutnya, harus dapat diakses oleh siapa pun yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!