Pengguna Gmail Harus Hati-hati Terhadap Taktik Penipuan Link yang Canggih
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 12 November 2024 | 04:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pengguna Gmail kini menghadapi ancaman penipuan online yang semakin sophisticated. Metode terbaru ini menyamarkan tautan sehingga terlihat seperti link yang aman, bahkan tampak terpercaya saat kursor mouse di atas link tersebut. Para penjahat siber kini memanfaatkan teknik yang tidak hanya memalsukan teks pada link, tetapi juga teks yang muncul saat kursor diarahkan, meliputi tautan yang mengarahkan ke halaman login atau situs yang dikenal.
Para pelaku kejahatan ini menggunakan strategi tersebut untuk menipu pengguna Gmail agar mengklik link berbahaya, terutama bagi mereka yang mengakses email melalui browser web. Apabila pengguna melakukannya, mereka berisiko kehilangan data pribadi hanya dengan satu klik, bahkan ada kemungkinan mengakses rekening bank mereka.
Pemalsuan link tersebut terbilang sederhana untuk dilakukan, hanya membutuhkan kode HTML tanpa kode Javascript. Saat menggunakan Gmail di browser seperti Chrome, tautan asli akan terlihat di sudut kiri bawah layar. Penipu mengandalkan kelalaian pengguna yang tidak memeriksa URL tersebut.
Pada tahun 2020, para ahli keamanan dari KnowBe4 memperingatkan bahwa cara mengecek link dengan meng-hover tidak selalu dapat diandalkan, karena bisa jadi merupakan jebakan. Meskipun Google mengklaim telah memblokir lebih dari 99,9 persen spam dan upaya phishing menggunakan teknologi berbasis AI, pengguna tetap dianjurkan untuk lebih waspada.
Juru bicara Google menjelaskan bahwa Gmail melindungi penggunanya dengan memblokir hampir semua spam dan mencoba mendeteksi metode manipulatif lewat sistem perlindungan mereka. Selain itu, Google juga mendorong pengguna untuk mengikuti kuis phishing di Gmail agar lebih memahami cara mengenali email yang mencurigakan. Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk menggunakan aplikasi email di desktop atau perangkat mobile yang lebih aman dibandingkan mengakses melalui browser. Dengan kewaspadaan yang tinggi, pengguna Gmail bisa melindungi diri dari kemungkinan pencurian data dan masalah keuangan yang dapat memicu kejahatan siber. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!