Pengelolaan Kapal Riset BRIN Masuki Babak Baru

ED
Minggu, 10 April 2022 | 11:59 WIB
Bagikan
Pengelolaan Kapal Riset BRIN Masuki Babak Baru

VISI.NEWS | JAKARTA - Pengelolaan kapal riset Baruna Jaya I, III, dan VIII yang dimiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini memasuki babak baru. Sebelumnya kapal riset tersebut dikelola oleh eks Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Setelah terintegrasinya seluruh lembaga penelitian ke dalam BRIN, seluruh kapal riset tersebut menjadi aset BRIN di bawah kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi. Mulai 1 April 2022 pengelolaan terhadap ketiga kapal riset tersebut dilakukan oleh pihak profesional yakni Sinarmas LDA Maritime (SLM).

Hal itu disampaikan Plt. Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi, Yan Rianto ketika usai menerima kunjungan Pimpinan SLM di Jakarta, Jumat (08/04). “Sebagai lembaga penelitian, sudah seharusnya BRIN fokus pada kegiatan riset dan inovasi, sedangkan pengelolaan infrastruktur lebih baik dikelola oleh pihak yang profesional,” ujarnya.

“BRIN itu fokusnya pada riset dan inovasi, sehingga hal-hal terkait operasional seperti pengelolaan kapal riset ini diserahkan kepada pihak yang profesional,” kata Yan.

Menurut Yan, pengelolaan kapal riset oleh pihak lain ini akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi BRIN, salah satunya adalah pembayaran upah para Anak Buah Kapal (ABK). Selama ini pembayaran upah para ABK mengikuti standar gaji yang ditetapkan oleh pemerintah, dan hal ini yang menjadikan para ABK tidak berkembang.

“Melalui pihak ketiga ini, upah para ABK tentunya akan disesuaikan dengan ketentuan perusahaan pengelola. Diharapkan para ABK yang telah memenuhi persyaratan akan diserap dan mendapatkan penggajian yang sesuai,” imbuhnya.

Dikatakan Yan, melalui kecanggihan fasilitas yang dimiliki SLM, pihaknya menjadi lebih mudah memantau kondisi dan posisi kapal yang sedang berlayar yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh BRIN. Dengan begitu, diharapkan kapal riset mampu beroperasi lebih baik dan lebih mudah mengetahui kondisi kapal sehingga mempermudah melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan.

Sebelum ditetapkan SLM sebagai pihak pengelola kapal riset BRIN, Plt. Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan mendapatkan calon mitra. “Dalam hal ini Kedeputian Fasilitasi Riset dan Inovasi mempunyai peran dalam menyeleksi calon mitra pengelola kapal riset. Namun dalam perjalanannya ada kesulitan untuk mendapatkan mitra, karena mayoritas calon mitra yang ikut seleksi ternyata tidak memenuhi standar mutu kualifikasi,” kata Agus.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.