Pengelolaan Kapal Riset BRIN Masuki Babak Baru
Plt. Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset, Nugroho Dwi Hananto mengatakan, dengan adanya perubahan pengelolaan kapal riset maka yang harus dilakukan pertama kali adalah familiarisasi ABK terhadap kapal-kapal riset yang dikelola oleh SLM, yakni Kapal Riset Baruna Jaya I, Kapal Riset Baruna Jaya III, dan Kapal Riset Baruna Jaya VIII. “Familiarisasi ini meliputi seluruh bagian deck, engine dan navigasi serta keselamatan,” kata Nugroho.
“Kesempatan familiarisasi ini juga akan digunakan untuk melakukan defects list atau identifikasi komponen-komponen yang memerlukan perbaikan baik yang dapat dilakukan oleh ABK sendiri ataupun harus dilakukan oleh teknisi/ahli pihak ketiga. Masa familiarisasi ini berkisar 2 minggu dan perbaikan-perbaikan diperkirakan memerlukan waktu 1 bulan,” lanjutnya.
Terkait mekanisme pemanfaatan kapal riset ini, Nugroho menjelaskan bahwa kapal riset BRIN ditujukan untuk melayani riset ilmiah kelautan yang dilakukan baik oleh lembaga riset, perguruan tinggi dan juga riset industri. Mekanismenya dapat melalui skema fasilitasi hari layar yang disediakan oleh Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi. “Para periset yang berminat diharapkan menyampaikan proposal yang akan di-review oleh reviewer independen. Mekanisme selain menggunakan fasilitasi hari layar adalah dengan menggunakan skema kerjasama dengan Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi,” jelas Nugroho.
Dengan skema kerja sama ini penggunaan kapal riset dilakukan melalui kontrak kerjasama antara Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi dengan lembaga periset. Deputi bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi melalui Direktorat Pengelolaan Armada Kapal Riset menyiapkan pelaksanaan riset baik personil maupun instrumentasi yang diperlukan dan berkoordinasi dengan SLM selaku ship operator guna menyiapkan kapal riset yang diperlukan.
Terhadap handover pengelolaan kapal riset BRIN ini, Nugroho berharap, pihaknya dapat memulai pengelolaan kapal riset secara profesional yang memenuhi standar dan norma secara nasional dan global sehingga dapat meningkatkan pelayanan riset pesisir, laut dan samudera secara optimal kepada para periset dan dunia industri. Pengelolaan tipe ini adalah yang pertama di tanah air dan merupakan terobosan manajemen guna menciptakan ekosistem riset yang dinamis dan produktif khususnya riset pesisir, laut dan samudera yang memerlukan kehadiran armada kapal riset BRIN.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!