Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng
"Kami ingin Suara Nusantara menjadi ruang yang membuat anak-anak kembali akrab dengan cerita rakyat Indonesia. Saat mereka membaca, memahami, lalu menceritakannya kembali, yang tumbuh bukan hanya pengetahuan tentang budaya, tetapi juga rasa percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengurangi ketergantungan pada gawai sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa," ujarnya.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara terus memperluas jangkauannya. Setelah sukses digelar di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, tahun ini festival hadir di Jawa Barat dengan dukungan Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Babak semifinal hingga final dijadwalkan berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.
Babak semifinal dan final akan digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan tampil di hadapan masyarakat dalam panggung yang representatif.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat jati diri budaya di tingkat lokal. Beliau menyampaikan dukungannya terhadap upaya pelestarian cerita rakyat melalui seni mendongeng.
"Saya sangat mendukung kehadiran Festival Suara Nusantara di Kabupaten Bogor. Ini adalah inisiatif yang luar biasa dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Jawa Barat yang mulai terlupakan di era gawai. Melalui dongeng, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berani berekspresi, percaya diri, dan memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap budayanya sendiri. Semoga festival ini melahirkan penutur-penutur muda berbakat yang akan terus menjaga napas budaya kita di masa depan," jelasnya.
Festival ini mengajak peserta mengemas cerita rakyat menjadi pertunjukan yang menarik melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penguasaan panggung, serta kreativitas. Harapannya, legenda-legenda dari berbagai daerah di Jawa Barat dapat kembali dikenal sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
Berbeda dengan kompetisi mendongeng pada umumnya, peserta tidak bebas menentukan materi cerita. Panitia telah menyiapkan 15 judul cerita rakyat Jawa Barat yang dapat dipilih sebagai bahan penampilan. Daftar cerita tersebut tercantum dalam materi publikasi festival, sehingga seluruh peserta memiliki acuan yang sama dan dapat mengeksplorasi kreativitas dalam penyampaian kisah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!