Pemprov Jabar Tegaskan Jam Malam Pelajar Bertujuan Lindungi Anak dari Risiko Sosial
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa kebijakan jam malam bagi pelajar bukan bertujuan mengekang kebebasan, melainkan langkah perlindungan bagi generasi muda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menjelaskan, kebijakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap pola hidup pelajar yang belakangan kerap tidur larut malam, bahkan hingga menjelang subuh. Kondisi itu dinilai berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan potensi terlibat dalam pergaulan negatif.
"Saya kira itu konteksnya untuk memberikan perlindungan pada anak-anak, agar mereka bisa tidur pada waktunya, sesuai dengan usia mereka," kata Herman dalam keterangannya di Bandung, Selasa (27/5/2025).
Ia menambahkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah hingga tingkat kelurahan untuk mengawasi aktivitas malam para pelajar secara lebih intensif.
Secara teknis, pengawasan dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Pemerintah kabupaten/kota diminta mengawasi siswa SD dan SMP, sementara siswa SMA dan SMK berada di bawah pantauan langsung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Untuk MA (Madrasah Aliyah) oleh Kementerian Agama," imbuhnya.
Soal penegakan aturan, Herman menegaskan bahwa Pemprov belum membahas sanksi. Fokus utama saat ini adalah pada edukasi dan penerapan kebijakan secara maksimal.
“Saya kira, hari ini kita tidak berbicara sanksi. Kita berbicara bagaimana kita ikhtiarkan, maksimalkan penerapannya. Jangan sampai belum apa-apa, berbicara tidak diterima," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan jam malam, Pemprov Jabar juga menyiapkan kerja sama dengan aparat keamanan. Surat permintaan dukungan telah disusun untuk dikirimkan kepada Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi.
"Pak Gubernur sedang menyiapkan, tentu kami menyiapkan desainnya dan kami menyiapkan surat kepada Pak Kapolda dan Pak Pangdam, permohonan agar bisa menugaskan personil TNI dan Polri untuk membantu mendampingi, mengawal sekolah SMA/SMK di Jawa Barat," tutur Herman.
Ia menyebut keterlibatan aparat bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga pembina yang bersahabat dengan siswa.
"Tiap sekolah akan ada TNI-Polri yang mengawal, bisa menjadi teman berbagi, pembina, bapak. Anak-anak kita senang dengan TNI," ucapnya.
Selain itu, patroli gabungan antara TNI, Polri, dan Satpol PP akan diperkuat untuk memantau lingkungan malam hari, terutama di titik-titik rawan nongkrong.
"Kita manfaatkan potensi yang ada. Kita kolaborasi sama-sama menjaga anak-anak kita," pungkasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!