Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Pemerintah RI Kirim Bantuan USD 1,2 Juta untuk Korban Gempa Bumi di Myanmar

Desi Rossilawati
Kamis, 3 April 2025 | 12:01 WIB
Bagikan
Pemerintah RI Kirim Bantuan USD 1,2 Juta untuk Korban Gempa Bumi di Myanmar

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, menyebutkan saat ini korban tewas akibat bencana gempa bumi di Myanmar mencapai 2.886 orang.

Sugiono memastikan sampai saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia imbas gempa tersebut.

"Sampai hari ini ada 2.886 korban jiwa dan 4.636 luka-luka. Sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang. Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban warga negara Indonesia," kata Sugiono dikutip dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Meski begitu, jika nantinya ada korban WNI, pemerintah Indonesia akan langsung berkoordinasi dengan pihak Myanmar untuk segera memulangkan WNI itu.

"Saya kira tetap dipulangkan. Saya harap-harap tidak ada korban WNI. Kita semua berharap, warga negara kita yang ada di sana semua sehat-sehat dan baik-baik saja. Tidak ada yang mengharapkan kejadian itu kepada mereka. Kalau misalnya ada korban, nanti kita sesuaikan. Kita pulangkan," ujarnya.

Sementara itu, pada hari ini pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan ke korban gempa bumi di Myanmar. Total bantuan yang diberikan Indonesia sebesar USD 1,2 juta.

Bantuan tersebut berupa barang-barang yang paling dibutuhkan oleh para korban sesuai hasil koordinasi dengan ASEAN. "Jumlah bantuan yang kita sampaikan kurang lebih ada 120 ton barang yang nilainya mencapai kurang lebih 124 ton barang. Nilainya 1,2 juta USD,"kata Sugiono. Di sisi lain, setelah kejadian pada 28 Maret, pemerintah Indonesia pun segera berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta mengadakan berbagai rapat darurat untuk mengatur pengiriman bantuan. "Di saat yang bersamaan juga ada rapat darurat, rapat-rapat antara seluruh kementerian luar negeri untuk mengkoordinasikan langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan ke Myanmar," ujarnya.

Tim tanggap darurat dari Indonesia, kata Sugiono, sudah lebih dulu dikirim ke Myanmar pada 31 Maret, terdiri dari unsur BNPB dan INASAR. Pihaknya juga menggelar rapat darurat dengan menteri luar negeri ASEAN untuk membahas apa saja yang dibutuhkan Myanmar. "Kemudian berdasarkan hasil rapat dari kementerian luar negeri ASEAN juga, bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah shelter dan alat-alat serta obat-obatan, alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu, kita juga mengirimkan sebagian besar dari bantuan tersebut dari apa yang mereka butuhkan," tandasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.