Pembubaran Nobar Pesta Babi Picu Sorotan HAM
Pihak keamanan kampus saat membubarkan nobar film Pesta Babi di Unram, Kamis (7/5/2026)./visi.news/Suarantb.
Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi memimpin pembubaran dengan alasan adanya penolakan di media sosial karena film dinilai provokatif.
"Kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya," ujarnya.
Ketua AJI Ternate Yunita Kaunar mengecam pembubaran tersebut. Ia menilai tindakan itu sebagai intimidasi terhadap ruang demokrasi.
"Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat," tegasnya.
Sorotan makin melebar setelah Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI Purn TB Hasanuddin menilai pembubaran oleh TNI berpotensi melanggar konstitusi. Menteri HAM Natalius Pigai juga menegaskan pelarangan film tidak bisa dilakukan sepihak.
"Film itu hanya boleh dilarang menurut keputusan pengadilan, menurut undang-undang," kata Pigai. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!