Peluang BBCA Menguat Meski Asing Masih Jual

Desi Rossilawati
Jumat, 29 Mei 2026 | 11:50 WIB
Bagikan
Peluang BBCA Menguat Meski Asing Masih Jual

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)./visi.news/stockbit.

VISI.NEWS | BANDUNG - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menyimpan peluang penguatan dalam jangka pendek meski tekanan jual dari investor asing belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan analisis CGS International Sekuritas Indonesia, pergerakan saham emiten perbankan terbesar di Indonesia itu masih berada dalam area yang menarik untuk dicermati pelaku pasar.

CGS International Sekuritas Indonesia memetakan area support BBCA pada kisaran Rp 5.858 hingga Rp 5.917. Sementara itu, target penguatan terdekat atau resistance berada di rentang Rp 6.067 sampai Rp 6.158.

“BBCA memiliki support di 5.858-5.917. Target dekat di 6.067-6.158,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada perdagangan, Jumat (29/5/2026).

Proyeksi tersebut muncul setelah saham BBCA ditutup melemah 2,05 persen ke level Rp 5.975 pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026). Meski mengalami tekanan harian, kinerja saham ini masih menunjukkan kenaikan tipis 0,42 persen dalam sepekan terakhir.

Namun, jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan BBCA masih menghadapi tantangan. Dalam satu bulan terakhir saham ini terkoreksi 1,24 persen. Bahkan sejak awal tahun atau year to date, penurunannya telah mencapai 26 persen.

Tekanan terhadap harga saham BBCA juga tercermin dari aktivitas investor asing. Data Stockbit mencatat terjadi net sell asing sebesar Rp 359,7 miliar pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya aksi ambil untung atau pengurangan posisi oleh investor global, meski secara teknikal peluang rebound menuju area resistance tetap terbuka.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.