Pedagang Sayur Keliling Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi
Ilustrasi./visi.news/ist.
Rully mengungkapkan korban memang kerap melintasi jalur rel kereta api saat berjualan. Selain itu, korban diketahui memiliki gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuannya dalam mendengar suara dari sekitar.
"Memang ada gangguan pendengaran. Kalau saya ngobrol dengan dia, harus bicara agak keras," ujarnya.
Sementara itu, PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tertempernya seorang warga oleh Kereta Api no PLB 227A Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di KM 31+400/300 petak jalan Parungkuda–Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Minggu sekitar pukul 15.42 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan berdasarkan laporan petugas di lapangan, korban mengalami luka berat dan telah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Sekarwangi.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kejadian ini. Semoga korban mendapatkan penanganan terbaik dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut,” ujar Franoto.
Franoto menjelaskan bahwa masinis telah menjalankan tugas sesuai prosedur dengan membunyikan semboyan suling. Namun, karena jarak yang sangat terbatas serta karakteristik perjalanan kereta api yang tidak dapat berhenti secara mendadak, insiden tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, petugas perlu melakukan pemeriksaan rangkaian dan memastikan kondisi jalur aman untuk dilalui sehingga perjalanan Kereta Api no PLB 227A Pangrango mengalami keterlambatan sekitar 5 menit. Setelah dilakukan pengecekan, perjalanan kereta api kembali dapat dilanjutkan dengan aman.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa jalur kereta api merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Aktivitas di sekitar jalur rel sangat berbahaya dan berisiko menimbulkan kecelakaan fatal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!