PC IPNU-IPPNU Kab Bandung Gelar Latihan Kepemimpinan Muda, Legislator Tarya Witarsa Ungkapkan Hal Ini
Meski ada suara-suara kritis, sampai saat ini, dalam materi pelajaran sejarah nasional yang diajarkan di sekolah-sekolah, kepada para siswa juga masih diajarkan tentang mitos penjajahan Belanda selama 350 tahun itu.
Padahal pada waktu VOC Belanda bercokol di wilayah yang sekarang bernama Indonesia ini, saat itu identitas 'Indonesia' belum dikenal.Yang ada hanyalah sejumlah kerajaan di berbagai kepulauan. Seperti dikatakan Anderson, 'Indonesia' adalah hasil ciptaan abad ke-20.Sedangkan, sebagian besar wilayah yang sekarang diakui sebagai wilayah Indonesia sebenarnya baru dikuasai Belanda antara tahun 1850-1910.
Jika konsep Indonesia saja baru 'diciptakan' pada abad ke-20, jadi siapakah yang dapat disebut bangsa Indonesia tersebut? Istilah bangsa (nation), kebangsaan (nationality), dan nasionalisme (nationalism) bukanlah sesuatu yang mudah dirumuskan.
Fenomena bangsa dan nasionalisme ini nyata pengaruhnya dalam sejarah dunia, namun teori-teori tentangnya justru tidak banyak. Tidak seperti isme-isme lain, nasionalisme tidak pernah menghasilkan pemikir-pemikir besarnya sendiri.
Anderson, dalam semangat antropologis, mengusulkan definisi bangsa sebagai komunitas politik terbayangkan (imagined political community).
Komunitas ini dibayangkan secara inheren bersifat terbatas (limited) dan berdaulat (sovereign). Komunitas ini disebut terbayangkan, karena bahkan anggota bangsa yang terkecil sekalipun tak akan pernah tahu, bertemu, ataupun mendengar tentang sebagian besar dari para anggota bangsanya.
Meski begitu, dalam pikiran mereka, hidup suatu gambaran atau citra tentang kesatuan (communion) mereka. Ernest Gellner mengatakan, 'Nasionalisme bukanlah kebangkitan bangsa-bangsa ke arah kesadaran diri (self-consciousness): ia menciptakan bangsa-bangsa di mana mereka (awalnya) tidak ada,'.
Suatu bangsa dibayangkan bersifat terbatas karena bahkan bangsa yang terbesar, yang jumlah anggotanya katakanlah melebihi satu milyar orang, memiliki batas-batas yang tertentu, walaupun batas itu bersifat elastis. Di luar batas itu, terdapat bangsa-bangsa lain.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!