PASSION | Ada Perempuan Hebat, Muda, Cantik, Kaya Raya, Berdawah di Tanah Jawa 400 Tahun sebelum Wali Songo
Sunan Giri
Hari mulai sore, gowes dilanjutkan ke Situs Makam Syech Maulana Ainul Yakin atau Joko Samudra atau Raden Paku atau lebih dikenal dengan Sunan Giri. Tiba di lokasi sepeda diparkir depan penginapan yang dikelola Bumdes. Area cukup luas dan komplek pemakaman ada di atas bukit dan harus menaiki ratusan anak tangga. Banyak peziarah berdatangan dari berbagai pelosok. Setelah berziarah, waktu adzan magrib berkumandang, menuju masjid untuk salat. Mesjid yang terletak di sebelah kanan area komplek Sunan Giri putra Syech Maulana Ishaq dan dibangun tahun 1554 M, namun sudah mengalami perubahan atau renovasi. Jejak dakwah Sunan Giri mencapai Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Lombok, Bima sampai Maluku. Beliau juga adalah seorang Raja Islam Giri Kedaton dan merupakan anak dari Dewi Sekardadu (putri Raja Blambangan yang masih keturunan Raja Majapahit Hayam Wuruk)
Hari sudah malam, saatnya mencari penginapan melalui aplikasi dan mendapatkan sekitar 5 km. Tiba di penginapan sekitar pukul 20.00 WIB. Agak kecewa yang mana harga di aplikasi tidak sesuai dengan di tempat, jadi harus nombok. Akhirnya pasrah juga badan udah lelah cape kalau cari-cari lagi lagian sudah malam. Setelah makan nasi goreng jawa saatnya istirahat. Bakda salat subuh siap-siap berkemas menuju situs Makam Siti Fatimah binti Maemun dan Giri Kedaton.
Siti Fatimah binti Maemun
Inilah tempat atau peristiwa yang fenomenal, betapa tidak ternyata dahulu kita mempunyai perempuan hebat, muda, cantik dan kaya raya yang berdakwah di tanah Jawa jauh sebelum kedatangan walisongo. Dialah Siti Fatimah binti Maemun bin Hibatallah. Bukti arkeolgi pada batu nisan tertulis wafat tahun 1082 M. Artinya +/- 400 tahun telah datang ke Gresik sebelum utusan walisongo yang tiba di Jawa. Perempuan hebat, cantik, kaya raya, telah berdakwah menyebarkan ajaran tauhid di tanah Jawa, yang makamnya terletak di Dusun Leran, Desa Pesucian, Kec Manyar, Kab Gresik. 12 Km sebelah barat Kota Gresik.
Gowes menuju lokasi ini jalannya datar-datar saja. Tiba lokasi sekitar pukul 07.30 pagi masih sepi dan tukang sapu mempersilahkan masuk ke kawasan pemakaman yang cukup luas. Ada yang menarik dari bentuk makamnya berupa tungkup yang tidak lazim. Ini menandakan bukan "orang biasa", konon beliau adalah putri raja dari kerajaan Islam Perlak (kerajaan tertua di belahan pulau Sumatra utara sebelum Kerajaan Islam Samudera Pasai. Di dalam makam terdapat tiga makam yang dua adalah dayangnya. Di sisi lainnya ada beberapa makam panjang yang diyakini pamannya dan kerabatnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!