Pasar Global Tetap Tenang di Tengah Krisis Venezuela, Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Terbatas

ED
Senin, 5 Januari 2026 | 13:05 WIB
Bagikan
Pasar Global Tetap Tenang di Tengah Krisis Venezuela, Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Terbatas

VISI.NEWS | BANDUNG – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat di Caracas pada akhir pekan lalu memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Namun, alih-alih bereaksi berlebihan, pasar minyak dunia justru menunjukkan sikap menahan diri. Para analis menilai kondisi pasokan global yang masih longgar membuat potensi lonjakan harga minyak akibat krisis Venezuela relatif terbatas dalam jangka pendek.

Amerika Serikat menyatakan akan mengambil alih kendali Venezuela, salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Meski demikian, dampak langsung terhadap produksi dan infrastruktur migas di negara tersebut dinilai minim. Dua sumber yang mengetahui operasi perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, mengungkapkan bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas produksi maupun kilang minyak akibat langkah AS tersebut.

Sejak Januari 2026, ekspor minyak Venezuela memang terhenti total setelah AS memberlakukan blokade kapal tanker dan menyita dua kargo minyak pada Desember 2025. Kebijakan ini membuat ekspor Venezuela merosot tajam dari sekitar satu juta barel per hari pada November menjadi sekitar 500.000 barel per hari pada Desember 2025. Sebagian besar ekspor Desember dilakukan sebelum embargo diberlakukan, sehingga dampak penuh baru terasa pada awal tahun ini.

Kondisi tersebut memaksa PDVSA memangkas produksi akibat keterbatasan ruang penyimpanan. Sejumlah proyek usaha patungan di Venezuela bahkan diminta menurunkan output, yang berujung pada penutupan sementara beberapa ladang minyak. Saat ini, hanya perusahaan energi AS Chevron yang masih diizinkan memproduksi dan mengekspor minyak Venezuela dengan volume sekitar 100.000 barel per hari berdasarkan izin khusus pemerintah AS.

Meski terjadi gangguan di Venezuela, pasar global dinilai mampu menyerap dampaknya. Kepala Ekonom Capital Economics, Neil Shearing, menyatakan bahwa gangguan tersebut tidak cukup besar untuk mengubah keseimbangan pasar minyak dunia. “Gangguan jangka pendek pada produksi Venezuela dapat dengan mudah diimbangi oleh peningkatan produksi di wilayah lain,” ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.