Pasar Global Tetap Tenang di Tengah Krisis Venezuela, Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Terbatas

ED
Senin, 5 Januari 2026 | 13:05 WIB
Bagikan
Pasar Global Tetap Tenang di Tengah Krisis Venezuela, Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Terbatas

Sentimen kehati-hatian juga tercermin dari kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+), yang memutuskan mempertahankan tingkat produksi pada kuartal pertama 2026. Keputusan ini diambil setelah OPEC+ menaikkan target produksi sekitar 2,9 juta barel per hari sepanjang April hingga Desember 2025, hampir setara tiga persen permintaan minyak global.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan melakukan intervensi terhadap Iran di tengah gelombang protes yang melanda negara tersebut. Situasi ini menambah risiko geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga minyak. Kepala Riset Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, memperkirakan harga minyak dapat mengalami kenaikan terbatas akibat ketegangan tersebut. Namun, ia menilai lonjakan besar sulit terjadi. “Pasokan global yang memadai diperkirakan akan menahan kenaikan harga,” katanya.

Tekanan pasokan global bahkan membuat harga minyak Brent dan minyak mentah AS ditutup melemah pada Jumat (2/1/2026). Sepanjang 2025, kedua kontrak tersebut mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020, dipicu oleh kombinasi perang, kenaikan tarif, peningkatan produksi OPEC+, serta sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.

Analis geopolitik Rystad Energy dan mantan pejabat OPEC, Jorge Leon, menilai ketidakpastian politik di Venezuela menambah lapisan risiko baru bagi pasar energi.

“OPEC+ memilih bersikap hati-hati agar tidak menambah ketidakpastian di pasar yang sudah volatil,” ujarnya.

Meski Trump menyebut perusahaan minyak AS siap menanamkan investasi bernilai miliaran dolar AS untuk memulihkan sektor migas Venezuela, para analis sepakat bahwa peningkatan produksi secara signifikan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Kepala Riset Komoditas RBC Capital, Helima Croft, menegaskan pemulihan sektor minyak Venezuela membutuhkan proses panjang.

Jalan menuju pemulihan akan panjang, mengingat sejarah dan kondisi yang ada saat ini,” ujarnya. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.