Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Pameran Lukisan "Rayuan Pulau Kelapa" untuk Gairahkan Kota Solo

ED
Minggu, 9 Oktober 2022 | 17:35 WIB
Bagikan
Pameran Lukisan "Rayuan Pulau Kelapa" untuk Gairahkan Kota Solo

VISI.NEWS | SOLO - Di saat kehidupan senirupa di Kota Solo tengah dalam kondisi "lesu darah", di "Museum Tumurun" milik pengusaha tekstil, Iwan Kurniawan Lukminto, ada geliat kegiatan yang akan dapat membangkitkan gairah para pekerja senirupa di Kota Solo. Selama tujuh bulan penuh dari 8 Oktober 2022 sampai 8 April 2023, di "Museum Tumurun" yang dibangun Iwan Kurniawan di lahan bekas kediaman pengacara kondang masa lalu Mr. Soemarno P Wiryanto, digelar pameran karya seni lukis bertajuk "Rayuan Pulau Kelapa".

Pemilik "Museum Tumurun", Iwan Kurniawan Lukminto, mengungkapkan, sejarah panjang senirupa di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia sejak masa penjajahan Belanda.

"Dalam sejarah seni lukis di Indonesia, pelukis Sudjojono pernah menentang pandangan pelukis Belanda yang menyebut pemandangan alam Indonesia sebagai Mooi Indie. Karena aliran Mooi Indie hanya melihat keindahan alam Indonesia tanpa melihat kondisi masyarakat yang terjajah. Kemudian, maestro Affandi memelopori pembentukan organisasi bernama Persagi yang juga menolak ajaran Mooi Indie," katanya.

Menurut Iwan, keindahan alam Indonesia yang semasa penjajahan disebut Hindia Belanda, menjadi bagian penting dalam mobilisasi masyarakat Eropa ke Hindia Belanda lewat industri pariwisata.

Di saat pemerintah kolonial mengeluarkan deregulasi undang-undang imigrasi kala itu, para pelancong Eropa beserta para seniman lukis ikut berduyun-duyun. Bangsa Eropa dari Negeri Kincir Angin yang datang ke Nusantara, terpukau dengan imajinasi rayuan pulau kelapa dan kisah eksotika Timur.

"Impresi pantulan cahaya tropis di atas kontur panorama Nusantara, berkelindan antara imajinasi alam dengan pandangan masyarakat Eropa terhadap masyarakat Hindia Belanda. Kondisi itulah akar kemunculan genre Mooi Indie sebagai bentuk utopia imajiner," paparnya.

Sementara itu, Hendra Himawan, kurator dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menyatakan, para pelukis Tanah Air juga berproses dalam menghayati landskap dan mempelajari teknik lukis Barat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.