BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Pakar Sarankan Kebun Binatang Bandung Fokus Spesies Hewan Indonesia

Desi Rossilawati
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:42 WIB
Bagikan
Pakar Sarankan Kebun Binatang Bandung Fokus Spesies Hewan Indonesia

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Kebun Binatang Bandung tengah menghadapi masa transisi penting, menyusul proses lelang operator baru untuk pengelolaan selama 26 tahun ke depan. Di tengah perubahan ini, anggota tim ahli Kebun Binatang Bandung, Jatna Supriatna, menekankan pentingnya mengoptimalkan koleksi hewan lokal.

"Kita tidak membutuhkan hewan dari luar negeri, karena kita bisa membaca tentang mereka di buku atau melihatnya di televisi," kata Jatna dalam keterangannya dikutip, Jumat (15/5/2026).

Menurut Jatna, fokus pada spesies Indonesia dapat menciptakan ekosistem yang lebih alami dan edukatif bagi pengunjung. Hal ini juga memanfaatkan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia, yang menurut profesor konservasi dari Universitas Indonesia (UI) sangat melimpah.

"Agar masyarakat mengenal dan mencintai satwa liar Indonesia," tambahnya.

Dari sisi konservasi dan edukasi, Jatna menilai kebun binatang modern harus lebih dari sekadar tempat melihat hewan. "Kebun binatang kini telah berubah, bukan lagi hanya tempat bagi kita untuk melihat hewan, tetapi untuk belajar tentang satwa liar." Pernyataan ini menyoroti peran penting lembaga ex situ dalam menjaga satwa sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap konservasi.

Selain koleksi hewan, aspek fasilitas juga menjadi perhatian. Jatna menekankan, manajemen baru perlu merombak kandang sempit agar hewan tidak menderita dalam penangkaran. Tim ahli bertugas memberikan panduan teknis dan etis bagi operator baru agar pengelolaan sesuai standar konservasi dan edukasi.

Dari sisi ekonomi dan administrasi, Ade Rahmayadi, anggota Gugus Tugas Kerja Sama Pemanfaatan Aset Daerah, memaparkan bahwa operator baru akan membayar kontribusi tetap Rp138 miliar selama 26 tahun, dengan bagi hasil tahunan 10,96 persen.

"Dalam peraturan terkait tindak lanjut tender yang gagal, yaitu tender ulang, seleksi langsung, dan penunjukan langsung, setelah beberapa tahapan dilakukan," jelas Ade.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.