Osteoporosis Bisa Dilawan dengan Ikan Teri dan Bayam, Ini Penjelasan Perwatusi
Setelah berlalunya masa pandemi, sambungnya, dia berharap kebiasaan menjaga kesehatan khususnya agar tidak terkena osteoporosis perlu dijaga. Dia menekankan, saat ini merupakan momentum untuk kembali menggalakkan pencegahan osteoporosis melalui gerakan serempak di semua lapisan masyarakat.
"Data pasti angka penderita gangguan osteoporosis memang belum ada. Tetapi yang pasti jumlah penderita selalu bertambah. Gerakan melawan osteoporosis penting karena selama dua tahun masa pandemi kegiatan Perwatusi melakukan pencegahan osteoporosis vakum," ungkap Sri Sunarsih Moerbono lagi.
Ketua Perwatusi menyatakan prihatin, karena kesadaran masyarakat terhadap bahaya osteoporosis, terutama di kalangan warga pedesaan masih sangat rendah. Dia melihat, banyak masyarakat menganggap enteng gangguan osteoporosis yang sebenarnya merupakan silent killer.
"Osteoporosis tidak memberikan gejala apa pun bagi penderitanya. Tiba-tiba akan terjadi patah tulang akibat pengeroposan tulang sejak usia muda. Ini fatal sekali," tegasnya.
Dalam pencanangan gerakan melawan osteoporosis tersebut, juga digelar workshop penanganan terkini nyeri punggung bawah pada lansia, dengan pembicara dokter Rieva Ermawan, spesialis ortopedi dan traumatologi, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso.
Di depan lebih dari 100 peserta workshop beragam usia, dokter Rieva menyebutkan, gangguan osteoporosis paling sering terjadi di pergelangan tangan dan tulang pinggul, yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai penyakit biasa.
"Tulang kan merupakan penyangga tubuh. Usia yang paling berisiko terkena osteoporosis adalah lansia di atas 50 tahun. Kalau mengetahui ada gejala itu, hendaknya dilakukan pencegahan secara rutin, seperti senam osteoporosis tiga kali seminggu selama 30 menit. Jangan sampai terlambat. Jika ada yang menganggap gejala itu gangguan biasa bisa fatal," tuturnya, sambil memberikan contoh gerakan senam sederhana untuk mencegah osteoporosis. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!