OJK Rilis Rancangan Pengawasan Kripto hingga Potensi Bitcoin di September 2024
Namun, meskipun ada peluang untuk melanjutkan tren positif, volatilitas pasar tetap menjadi risiko yang signifikan. “Ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait dengan kebijakan moneter dan kejadian seperti skandal Ponzi kripto baru-baru ini, dapat memberikan tekanan jual yang kuat pada Bitcoin. Tekanan ini dapat mendorong harga turun kembali ke level support yang lebih rendah, mungkin menuju US$ 55.000 atau bahkan US$ 53.000 jika sentimen pasar memburuk,” jelasnya.
Menurut Fyqieh, volatilitas tinggi ini sejalan dengan pola pasar historis, tetapi ada potensi bullish yang kuat jika faktor-faktor pendukung seperti pemotongan suku bunga dan adopsi institusional terus berkembang. “Meskipun September secara tradisional dikenal sebagai bulan yang lemah bagi Bitcoin, tren tahun lalu dan peningkatan minat institusional dapat mengubah narasi tersebut. Jika pasar dapat menembus resistance di sekitar US$ 65.000, kita mungkin melihat kenaikan lebih lanjut menuju akhir tahun,” ungkap Fyqieh.
Selain itu, dampak dari halving Bitcoin pada April 2024, di mana reward block berkurang dari 6,25 menjadi 3,125 BTC, juga mungkin mulai terasa di bulan September. Secara historis, efek halving biasanya memerlukan waktu beberapa bulan untuk mempengaruhi harga secara signifikan.
Dengan berkurangnya pasokan Bitcoin baru, permintaan yang tetap atau meningkat dapat menciptakan tekanan beli yang mendorong harga naik.
Secara keseluruhan, meskipun pola historis menunjukkan risiko penurunan, September 2024 tetap memiliki potensi untuk mencatatkan tren positif seperti yang terjadi pada September 2023.
Investor harus tetap waspada, memantau perkembangan kebijakan moneter global, serta mempersiapkan strategi manajemen risiko yang matang dalam menghadapi volatilitas pasar.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, arah pergerakan harga Bitcoin di September 2024 akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons kondisi ekonomi global dan sentimen investor terhadap kripto.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!